Rabu, 25 Oktober 2023

Hari Santri Bukan Hanya Soal Upacara, Tgk Musannif Kritik Ketidakberpihakan Pemda Aceh untuk Santri

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Tokoh Dayah di Aceh, Tgk Musannif Sanusi mengkritisi Pemerintah Aceh yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada santri di Aceh. 

Padahal, menurut Tgk.Musannif, dalam konteks momentum peringatan hari santri tahun 2023 di Aceh, mestinya ada kado spesial dari Pemerintah Aceh untuk para santri yang merupakan pilar penting kokohnya Syar'iat Islam di Aceh.

Pernyataan ini disampaikan Tgk. Musannif merespon peringatan hari santri di Aceh yang dinilainya hanya seremonial belaka tanpa esensi penting bagi pengembangan sumber daya santri di Aceh. 

"Keberpihakan Pemda Aceh kepada santri di Aceh, dayah, balee Beut, majelis ta'lim dibuktikan dengan apa? Apakah hanya dengan upacara hari santri dimana saat itu hanya menjadi momentum santri dijemur di bawah terik matahari saat upacara?," ujar Musannif melalui siaran pers, Rabu, 25 Oktober 2023.

Tgk. Musannif yang merupakan Ketua Yayasan Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee ini mengingatkan pemerintah Aceh bahwa Qanun Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pokok-pokok Syar'iat Islam mengamanahkan agar anggaran untuk penegakan Syar'iat Islam dialokasikan sedikitnya lima persen dari jumlah total anggaran APBA.

Musannif menambahkan bahwa ini belum lagi kita bicara tentang anggaran untuk dayah yang alokasinya diatur khusus dalam Qanun Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pendidikan Dayah.

"Apakah ketentuan anggaran ini sudah dipenuhi Pemerintah Aceh? Tentu saja belum. Padahal, di sisi lain kita juga tahu bahwa setiap tahun anggaran SILPA di Aceh ber-triliyun tidak dapat dipergunakan. Jadi ini sangat ironis sekali," ujar Tgk. Musannif yang juga Dewan Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD).

Tgk. Musannif mengatakan, kalau dikatakan Pemerintah Aceh sudah peduli kepada Santri, kepada Dayah dan lembaga pendidikan agama lainnya di Aceh, maka bagaimana membuktikan keberpihakan ini?

"Keberpihakan kepada Dayah, majelis Ta'lim dan sebagainya itu harus dibuktikan dengan sektor anggaran. Sementara yang kami tahu selama ini anggaran itu hanya dari jenis usulan anggaran pokok pikiran anggota legislatif. Sedangkan anggaran usulan pemerintah hanya untuk anggaran rutin belanja dinas dayah dan Dinas Syar'iat Islam. Tidak ada usulan anggaran reguler dari pemerintah Aceh yang memadai untuk pengembangan sumber daya santri di Aceh," tegas Tgk. Musannif yang juga mantan anggota DPR Aceh ini. 

Ia juga mengatakan, ini juga belum lagi cerita anggaran untuk dinas Syar'iat Islam yang sangat minim. Misalnya minimnya anggaran untuk kegiatan Festival Anak Shalih (FASI). 

Padahal, menurut Musannif, kegiatan seperti FASI ini sangatlah penting dalam mempersiapkan masa depan generasi muda Islam di Aceh. 

"Tapi faktanya apa, secara umumnya kepedulian untuk santri secara khusus dan kepada Syar'iat Islam secara umum masih sangat lemah sekali. Sangat kita sayangkan," pungkas Musannif.

Label:

ISAD Menilai Wacana Hadirkan Bank Konvensional demi Even PON adalah Pengkhianatan terhadap Syari’at Islam

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) menilai wacana menghadirkan kembali Bank Konvensional ke Aceh untuk melayani peserta Pekan Olahraga Nasional (PON)di Aceh nantinya adalah pemikiran yang mengandung logika rusak dan merupakan pengkhianatan terhadap Syari’at Islam di Aceh. 

Pernyataan ini disampaikan Ketua Departemen Penegakan Syar'iat Islam DPP ISAD, Tgk. Aria Sandra, M.Ag merespon wacana tersebut yang digulirkan oleh Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA beberapa waktu lalu.

“Wacana menghadirkan kembali bank konvensional dengan dalih melayani peserta PON di Aceh sejujurnya adalah upaya pengkhianatan terhadap Syari’at Islam di Aceh dan mengandung logika yang sangat rusak, “ ujar Tgk Aria Sandra, Rabu 25 Oktober 2023. 

Menurut Tgk Aria Sandra, Bank Syari’ah di Aceh dewasa ini terus memperbaiki kualitas layanannya sehingga seharusnya kita dapat mempercayai dan mendorong peningkatan kualitas bank Syari’ah.

“Seharusnya kita mendorong agar peserta PON dapat mengikuti aturan di Aceh termasuk soal bank ini. Apa salahnya kita mendorong mereka menggunakan bank Syari’ah dan juga mendorong bank Syari’ah di Aceh dapat menyempurnakan layanannya termasuk melayani peserta PON?,” kata aktivis dayah yang juga akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Nahdhatul Ulama Aceh ini.

“Kalau tamu datang ke rumah kita, bukankah tamu yang kita ajarkan bagaimana aturan di rumah, dan bukan aturan di rumah kita yang harus berubah demi tamu?,” ujar Tgk. Aria Sandra mempertanyakan.

"Syari’at Islam di Aceh harus dihargai oleh semua pihak. Apalagi oleh pemerintah Aceh. Jangan aneh-aneh. Syari’at Islam di Aceh bukan barang murah," kata Tgk. Aria Sandra yang merupakan penceramah kondang di Aceh ini.

Ia juga mengatakan bahwa sepengatahuannya Bank Syari’ah di Aceh terus berupaya memperbaiki layanannya. Jadi tidak ada alasan apapun yang membenarkan upaya menghadirkan kembali bank konvensional di Aceh.

“Kita tidak boleh menjadi pengkhinat Syari’at Islam di Aceh. Harus diingat bahwa Syari’at Islam di Aceh tidak datang dengan tiba-tiba. Perjuangannya berat dan panjang. Bahwa konsekuensi dari penegakan Syari’at Islam di Aceh adalah termasuk urusan muamalah dan praktik perbankan sehingga dari sini menolak bank konvensional adalah keniscayaan, “ pungkas Tgk. Aria Sandra.

Label:

Selasa, 24 Oktober 2023

Tingkatkan Pelayanan Publik, Camat se-Aceh Utara Koordinasi ke Ombudsman


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Ada situasi yang berbeda hari ini di Ombudsman RI Perwakilan Aceh, karena seluruh Camat se Aceh Utara berkunjung ke Ombudsman untuk berkoordinasi terkait upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa (24/10).

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Murtala yang memimpin langsung kedatangan para Camat tersebut ikut didampingi oleh Adamy Asisten III dan Fuad Cahyadi Kabag Organisasi. Rombongan diterima langsung oleh Dian Rubianty, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Sekda Aceh Utara menyampaikan bahwa kunjungan tersebut yaitu untuk menambah wawasan para pejabat, termasuk di dalamnya upaya pemenuhan standar pelayanan publik di lingkungan kecamatan.

"Dalam hal pelayanan publik saat ini sudah sangat modern dan transparan, sehingga kita selaku pemberi layanan harus siap," ujar Murtala.

Di samping itu, Murtala juga berharap tidak ada masyarakat yang tidak terlayani dalam hal pelayanan.

Pihak Ombudsman Aceh menyambut baik kunjungan tersebut, apa lagi bertujuan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dian Rubianty, pada paparannya juga menyampaikan bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Selain itu, Dian juga menekankan pentingnya fungsi pelayanan yang diberikan oleh para Camat di tingkat kecamatan kepada masyarakat karena Camat merupakan berpanjangan tangan Bupati dalam berurusan langsung dengan rakyat.

"Ini sangat penting, mengingat Camat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga pelayanannya harus berkualitas dan maksimal," ujar Dian.

Kemudian pada paparan selanjutnya,  Kepala Bidang Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Ilyas Isti, juga menyampaikan terkait standar pelayanan yang harus dilengkapi pada suatu instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Standar pelayanan yang ditetapkan yaitu untuk mempermudah masyarakat dalam hal mengakses layanan, selain itu juga mempermudah pemberi layanan itu sendiri," papar Ilyas Isti.

"Dengan lengkapnya standar pelayanan, maka itu akan menjauhkan apartur dari tindakan maladministrasi," sambungnya lagi.

Pada saat menutup acara tersebut, Dian Rubianty kembali berpesan kepada para Camat se Aceh Utara agar nantinya ada perubahan dalam hal pemberian layanan kepada masyarakat.

"Kami sangat apresiasi, Pemda Aceh Utara   berinisiasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semoga tidak berhenti pada kunjungan ini," harap Dian.

"Tentu dengan adanya pengetahuan baru, akan adanya perubahan dan dampak baik pelayanan bagi masyarakat di Aceh Utara," pungkas Dian Rubianty.

Label:

Senin, 23 Oktober 2023

ISAD Selenggarakan Pengajian Tastafi Bahas Kemerdekaan Palestina dan Akidah Generasi Muda

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh – Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Majelis Tastafi Banda Aceh dan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia - Aceh HIPSI Aceh, kembali menyelenggarakan pengajian rutin bulanan yang membahas berbagai isu aktual yang menerpa umat Islam. 

Pengajian kali ini yang berlangsung di Hotel Hermes Palace membahas tema “Cita-cita Kemerdekaan Palestina dan Pentingnya Penguatan Akidah Generasi Muda Aceh”, Minggu malam, 22 Oktober 2023.

Hadir sebagai narasumber yaitu Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof. Dr. Muhibuthabary, M.Ag yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar dan Dewan Pembina ISAD, Dr. Tgk. Sirajuddin Saman, MA.

Di awali pengajian yang dimoderatori oleh da'i millenial Aceh Tgk Aulia Agustiar ini, Prof. Dr. Muhibuthabary memulai dengan membaca Alquran Surah Al Maidah ayat 21 yang berbicara tentang tanah suci Palestina. Menurut Prof. Dr. Muhibuthabary, persoalan penjajahan Israel terhadap Palestina hari ini  adalah termasuk bagian yang harus kita jihadkan. 

“Paradigma jihad di Palestina, baik yang dilakukan oleh Hamas atau kelompok lain itu adalah hak mereka. Termasuk hak kita sebagai muslim (untuk menjaga kemuliaan Islam). Jihad mempertahankan kemuliaan Masjidil Aqsha adalah Fardhu ‘Ain. Setiap warga Palestina yang syahid dalam membela kemuliaan Masjidil Aqsha maka ia syahid di dunia dan akhirat, “ ujar Prof. Muhibutabhary.

Prof. Dr. Muhibuthabary juga menyinggung tentang aqidah anak-anak Palestina begitu semangat dalam jihad membela kemuliaan Islam dan kaum muslimin, membela kemuliaan Masjidil Aqsha. 

“Mereka ditangkap tentara Israel tapi tetap tersenyum. Itu mencerminkan bagaimana kuatnya akidah mereka dan oleh sebab itu kita mesti belajar dari kuatnya akidah mereka. Diterpa berbagai kepahitan hidup dalam perjuangan membela negerinya dan Masjidl Aqsha namun mereka tetap tersenyum saat ditangkap tentara Israel, “ kata Prof. Dr. Muhibuthabary.

Dalam pengajian ini, Prof. Dr. Muhibuthabary juga menampilkan di layar fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) AcehNo 3  tahun 2021 tentang Hukum Membela Masjidil Aqsha dan Status Syahid dalam Perspektif Syari’at Islam.

Dalam fatwa ini, disebutkan bahwa membela Masjidil Aqsha  di Palestina adalah menjaga kehormatan dan mempertahankan eksistensi Masjidil Aqsha dari berbagai upaya perampasan,  perusakan,  penodaan dan penistaan yang dilakukan oleh zionis Israel dan  pihak-pihak lain.

Disebutkan juga pada poin kedua, bahwa setiap muslim berkewajiban  membela diri,  kehormatan,  harta,  tanah air dan tempat suci agamanya. 

Maka oleh sebab itu, pada poin ketiga dijelaskan bahwa membela Masjidil Aqsha dapat diwujudkan dalam bentuk jihad, baik dengan  harta maupun jiwa-raga serta berbagai upaya   diplomasi lainnya. Lalu pada poin Keempat dijelaskabn bahwa  jihad   dilakukan   oleh     umat   Islam    berdasarkan   kapasitas   dan kewenangan masing-masing individu,  lembaga  dan negara.

“Membela  Masjidil  Aqsha  hukumnya  Fardhu  'Ain bagi umat  Islam  di Palestina dan Fardhu Kifayah bagi umat Islam  lainnya, “ demikian bunyi poin kelima fatwa MPU yang ditandangani oleh Tgk. H. Faisal Ali dan Prof. Dr. Muhibuthabary sebagai salah satu wakil Ketua MPU Aceh juga ikut menandatangani fatwa tersebut.

Fatwa ini juga menyebutkan bahwa Para pejuang muslim dan masyarakat sipil  muslim di Palestina yang gugur saat  perang  membela  Masjidil  Aqsha  statusnya  adalah  mati syahid dunia akhirat. Sementara itu, para pejuang  muslim  dan masyarakat sipil   muslim Palestina yang meninggal di  luar  zona dan  waktu perang,  statusnya  adalah  syahid akhirat.

Oleh sebab itu, para lama dalam tausyiahnya di fatwa ini mengharapkan kepada Pemerintah Aceh untuk lebih  berperan aktif mendukung perjuangan  umat  Islam  Palestina  dalam  membela dan mempertahankan Masjidil Aqsha. Juga diharapkan kepada Pemerintah Aceh untuk  memberi bantuan kemanusiaan kepada   masyarakat Palestina   baik moril maupun materil. Diharapkan kepada masyarakat Aceh  untuk  berpartisipasi memberi bantuan  materil dalam bentuk  sumbangan dan spirituil seperti do'a dan qunut  nazilah.

Dan terakhir, diharapkan    kepada    masyarakat    Aceh     untuk     selektif   dalam menyalurkan  donasi melalui lembaga resmi,  amanah dan terpercaya.

Prof. Dr. Muhibuthabary di akhir penyampaikan beliau juga mengingatkan bahwa Yahudi dan nasrani memang tidak akan pernah senang kepada kita sebelum kita ikuti agama mereka. Maka oleh sebab itu, beliau mendorong  agar aak-anak muda Aceh harus lebih aktif mengikuti kajian tentang Palestina.

“Sehingga mereka bisa melihat bagaimana kuatnya akidah kuat anak-anak Palestina. Bagaimana agar-agar anak Aceh memiliki akidah yang kuat, “ harap Prof. Dr. Muhibuthabary yang juga Guru Besar UIN Ar-Raniry ini.

Sementara itu, narasumber lainnya, Dr. Tgk. Sirajuddin Saman dalam ulasannya banyak menyinggung tentang problem lemahnya akidah generasi muda Islam dewasa ini.

“Apa sebab akidah generasi muda kita lemah? Karena tidak ditopang oleh wawasan yang cukup. Padahal bukti kebenaran Islam cukup melimpah. Tapi tanpa pengetahuan dan kesadaran tentang kebenaran Islam, bahwa kebenaran Islam dari Allah, maka akidah generasi muda kita akan lemah, “ ujar Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar ini.

Dalam ulasannya, Tgk.Sirajuddin Saman juga mengulas kerusakan-kerusakan di Aceh dewasa ini akibat lemahnya akidah. Beliau juga mendorong agar generasi muda Aceh senaniasa memperkuat kapasitas diri dengan membaca sebanyak mungkin.

Label:

Senin, 16 Oktober 2023

Kemenkumham Aceh Lantik Puluhan Pejabat



Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Meurah Budiman, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh melantik dan mengambil sumpah 45 pejabat struktural dan fungsional pada hari ini, Senin (16/10/2023) di Aula Bangsal Garuda.

“Kepada pejabat yang dilantik dan yang baru pertama kali di Aceh, Aceh ini merupakan daerah istimewa yang mempunyai kekhususan yang ditandai dengan UU. No. 11 Tahun 2006,” jelas Meurah Budiman.

Mengacu pada kondisi tersebut, Ia meminta kepada pejabat yang dilantik untuk beradaptasi dengan kekhususan Aceh tersebut. Bahkan, Meurah juga mengatakan agar dapat menyesuaikan dengan lingkungan, adat istiadat, dan budaya setempat.

Tak hanya itu, Kepala Satuan Kerja yang dilantik diminta untuk meneruskan estafet kepemimpinan dengan melakukan konsolidasi internal dan berkoordinasi dengan pihak eksternal. Bagi Meurah, kedua hal tersebut merupakan hal penting untuk menunjang pelaksanaan tugas.

“Bangun sinergitas dengan forkopimda setempat, hubungan dengan pihak terkait harus dijaga dan dirawat sehingga semua tugas terlaksana dengan baik,” harapnya.

Kepada pejabat yang dilantik Ia pun meminta untuk membawa perubahan dan energi yang baik. Disisi lain, Meurah mengingatkan untuk tetap membangun komunikasi yang baik pada lingkungan kerja.

Meurah juga menyinggung Pemilu serentak tahun 2024 dan menegaskan jajarannya untuk bersikap netral. Menurutnya, menyukseskan pesta demokrasi empat tahunan tersebut merupakan hal yang wajib. Kendati demikian, sebagai seorang ASN harus bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sukseskan pemilu dengan bijak dan netral. Jangan berpihak apalagi mengajak dan mengintimidasi orang lain,” tegas Meurah.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Meurah Budiman menyampaikan untuk memastikan pelayanan publik yang objektif dan tidak diskriminatif pada satuan kerja masing-masing. Kepada istri pejabat yang dilantik, Ia juga menghimbau untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak flexing.

“Pastikan layanan tanpa diskriminatif, pada lapas dan rutan jangan sampai masuk HP karena itu awal dari sumber masalah. Pada imigrasi, di Aceh banyak masyarakat yang haji atau umroh, berikan layanan yang mudah dan pasti,” pintanya.

Hadir pada kegiatan ini Kadiv Administrasi Sri Yusfini Yusuf, Kadiv Keimigrasian Ujo Sujoto, sejumlah pejabat struktural Kemenkumham Aceh, Kepala UPT sekitar Banda Aceh, dan diikuti secara virtual oleh UPT di seluruh Aceh.

Label:

Helmi Syahputra, Tokoh Pemuda Aceh Selatan Di Tunjuk Sebagai Sekretaris DPD Partai Gabthat Kota Banda Aceh


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Peureute Gabthat (Peureute Geuneurasi Atjeh Beusaboh Tha’at & Taqwa), Kota Banda Aceh Ketua Teungku Ridwan M.Nur, sebagai struktural dibawah Kepemimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ketua Umum Guru Besar Al-Mukarram Tgk , H. Ahmad Tajuddin. berikan Rekomendasi kepada Helmi Syahputra maju Calon Legislatif DPR Aceh Pada Pemilu Tahun 2024.

Sosok Tokoh Pemuda Aceh Selatan Ditunjuk Sebagai Sekretaris DPD Partai Gabthat Kota Banda Aceh, (Helmi Syahputra), menyatakan dirinya dapat kepercayaan diri salah satu Ulama Karismatik Aceh tidak diam dalam mengurus dan membimbing anak bangsa. pada media ini tanggal 16/10/2023.

"Namun Helmi Syahputra saat ini menjabat sebagai Sekertaris DPD Partai Gabthat Kota Banda Aceh, Partai Nomor 19 (Sembilan Belas) ini berlambang Kalimah Tauhid Laila Haillallah Muhammaddarrasullallah. Helmi Putra Asli Dari Aceh Selatan, kalau dipandang sisi umur sudah pantas didukung terjun dalam kancah Politik Praktis."

Kemudian Helmi Syahputra mengatakan, memilih Daerah Pemilihan Aceh 9 (Sembilan) yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, Dia maju Caleg DPR Aceh pada Pemilu Tahun 2024 mendatang. Konsepnya "terutama penting sekali membangun Pendidikan, Pembangunan di Aceh yang bermutu dan Kesejahteraan Rakyat Aceh, Peureute Gabthat mempunyai konsep Perubahan Peradaban sebagaimana Nawacita Masyarakat Aceh". Katanya

Menurut Helmi, maju sebagai Calon Legeslatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Dapil 9 Aceh pada Pileg 2024 mendatang melalui Partai Gabthat, tambah Helmi tertariknya dengan Partai ini memiliki konsep bagus atau Idiologi Siyasah Syari'ah ke Acehan. Kalau dibandingkan dengan Parlok Lainnya. Apalagi Partai Gabthat yang dipimpin oleh Ulama Karismatik Aceh, yaitu Imam Besar kita Al-Mukarram Tgk, H. Ahmad Tajuddin panggilan Abi Lampisang. Ucapnya 

"Lebih lanjut Helmi Syahputra mengharapkan doa restu dan dukungan, dari kawan-kawan atau masyarakat Aceh Selatan khususnya dan Umumnya dari masyarakat Abdya, Subulussalam dan Singkil. Walaupun dia masih dalam Daftar Calon Sementara (DCS) hingga (DCT) sebagai mana dasar Surat Keputusan SK Komisi Independen Pemilihan Aceh (KIP Aceh) Nomor 65 tahun 2023 tentang Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Dalam Pemilihan Umum Tahun 2023".

"Hemat Dia, tentunya masyarakat ke empat Kabupaten tersebut, seperti Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam sangat menaruh harapan kepada sosok tokoh pemuda Aceh Selatan maju Calon Legislatif melalui Partai Gabthat. apalagi partai ini memiliki Misi Dan Visi bernuansa islami tujuan memperjuangkan Ahli Sunnah Waljamaah (Aswaja) dibumi Seuramoe Mekkah Provinsi Aceh". Tegasnya 

Helmi mengharapkan, Kepada Masyarakat Aceh umumnya, dapat memberikan dukungan dan memilih Partai Gabthat pada Pemilu Tahun 2024. Dia "mengajak bersatu Umat Muslim, dan bersama-sama membangun manusia dalam memahami ilmu Politik Siyasah Syari'ah Ke Acehan". Pungkasnya [HS]

Label:

Turut Merasakan Kesedihan, Puluhan Abang Becak Kota Banda Aceh Sambangi Kediaman Mertua Ngoh Muchlis di Montasik


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Ketika rasa persaudaraan memanggil atas kondisi sosial yang tejadi tentu tak akan ada yang melarang apalagi  menghambatnya, tindakan itulah yang membuat sedikitnya 30 unit becak  dari kota Banda Aceh , menyambangi kediaman Mertua Bapak Muchlis Zulkifli, ST di Montasik, Minggu sore (15/10/23).

Kedatangan sejumlah  Abang becak dan para relawan tersebut ke kediaman mertua anggota Komisi Empat DPR Aceh yang kerap disapa ngoh, di Gampong  Piyeung, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar hanya untuk bertakziah dan bertahlil kepada Allahuyarham Rusniati binti Ahmad mertua kepada Muchlis Zulkifli, ST, yang wafat Malam Jumat 13 Oktober 2023 lalu di RSUD Meuraxa kota Banda Aceh.

Ketua relawan Rakan Ngoh Muchlis Zulkifli,Kota Banda Aceh, Muhammad (50) menuturkan kedatangan kami ini bersifat spontanitas untuk menghibur ahlil bait yang telah berpulang Jumat lalu, tentu kesedihan atas pemergian orang yang disayang menyayat hati, maka sebagai sesama muslim kami datang untuk meramaikan rumah duka.

" Kami sangat merasakan bagaimana keluarga tercinta kehilangan sosok ibunda, kami juga pernah mengalami hal serupa untuk mengurangi kesedihan ahlil bait maka kami dengan beberapa perwakilan para Abang becak menyambangi kediaman Allahuyarham untuk merasakan yang dirasakan ahlil bait, apalagi kami dengan Ngoh ini adalah sahabat kental yang kerap didatangi serta kawan ngopi beliau, tidak ada abang becak kota Banda Aceh yang tidak kenal Ngoh Muchlis ", Jelas Muhammad.

Namun hal senada juga di ucapkan oleh Rini Rahayu (45) koordinator Laksaman Malayahati Aceh mengatakan kehadiran kami kerumah Ngoh ini sebagai wujud kepedulian kami kepada Ngoh dan keluarga beliau, memang kami belum sempat dekat dengan Allahuyarham namun kharisma kebaikan beliau menghantarkan kami kerumah duka.

Lanjutnya kendati jarak puluhan kilo meter dari kota Banda Aceh bukanlah hambatan buat kami untuk menyambangi rumah duka, kami hadir atasnama persaudaraan yang selama ini kami rasakan atas kedekatan kami para ibu ibu dengan Ngoh.

" Ngoh memanggil kami dengan ibu ibu Laksamana Malahayati dan nama itulah kami jadikan indititas kelompok kami dalam melakukan UMKM atas binaan Ngoh, kami hadir di kediaman duka Allahuyarham sebagai bentuk jalinan persaudaraan tida putus atas kebaikan yang di toreh Ngoh kepada kami, Ngoh sahabat Laksamana Malahayati makan seluruh keluarga Ngoh adalah saudara kami ", Demikian Imbuh penggagas wanita kuat Aceh itu.

Sementara Ismail Abbas staff yang juga juru bicara, Posko Relawan bersama Ngoh Muchlis Zulkifli kepada awak media ini mengucapkan terima kasih atas kehadiran sahabat dan sejawat kerumah duka ibunda tercinta Ngoh Muchlis di Montasik ini.

" Kami sangat terharu atas kehadiran sahabat semua yang datang secara tiba tiba, MasyaAllah disinilah kami belajar apa yang dikatakan Ngoh kepada kami dulu, Tanam kebaikan akan menuai kebaikan, dan hari ini kami baru melihat begitu dahsyatnya tamu yang hadir yang tidak pernah putus kerumah duka Allahuyarham ibunda tercinta, hadir untuk memberikan doa atas pemergian ibunda tercinta, kami mengucapkan ribuan terima kasih, semoga Allah yang menggandakan apa yang diberikan oleh saudara dan sahabat semua, kami atasnama keluarga besar Ngoh mengucapkan terima kasih atas kehadirannya ke kediaman kami ini ", Iba lelaki yang kerap disapa Zen sembari menutup obrolan singkatnya.(*)

Label:

Ketum FKBPPPN Minta Dirjen Tak Langgar UU Konstitusi

Dailymailindonesia.net, BANDA ACEH – Ketua umum Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja (FKBPPPN) Fadlun Abdillah meminta Dirjen Bina Adwil Syafrijal untuk tidak melanggar konstitusi dalam menjalankan amanat Undang-undang (UU) dan Regulasi Khusus diangkat setatus Kepegawaiannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai dengan amanat UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang terdapat pada Pasal 256. 

Pada kesempatan tersebut, Fadlun berpesan kepada Dirjen Bina Adwil Syafrizal agar pemerintah tidak melanggar konstitusi, serta jalankan amanat peraturan perundang-undangan.

“Berdasarkan UU No.23 Tahun 2014, Tentang Pemerintahan Daerah di Pasal 256 pada intinya menyatakan bahwa Polisi Pamong Praja adalah Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil,” kata Fadlun kepada media ini, Senin (16/10/2023).

Lebih lanjut, Fadlun menyampaikan, berdasarkan KepmenpanRB No.158 Tahun 2023, bahwa Jabatan Pol PP tidak terdapat di dalam Jabatan Fungsional yang dapat diisi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Maka dari itu Pemerintah Pusat MenPANRB dan Mendagri jangan sampai melanggar konstitusi sepanjang Peraturan Perundang-undangan yang mengatur SatpolPP,” ujar Fadlun.

Tidak hanya itu, Fadlun menuturkan, bahwa Pol PP masih berdiri tegak, maka pemerintah wajib tegak lurus jalankan amanat UU No.23 Tahun 2014 tersebut dengan cara membuat peraturan pelaksana tentang Pengangkatan PolPP Non PNS menjadi PNS dibawah UU No.23 Tahun 2014.

“Yang mana menjadi aturan dasar atau pijakan hukum bagi SatpolPP dan Pol PP yang sejatinya adalah ketentuan khusus yang menjadi acuan/dasar hukum kekhususan yang mengatur tentang SatpolPP dan PolPP,” pungkasnya.

Label:

Jumat, 13 Oktober 2023

Lantik Tim di Sembilan Kecamatan Kota Banda Aceh, Ini Harapan Ngoh Mukhlis


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh  -  Dengan kesibukan extra luar biasa, baik dalam menjalankan amanah saat ini sebagai anggota DPRA, ditambah dengan keikut sertaan dalam kotestasi di Pemilihan legeslatif DPR-RI 2024 mendatang, tentu tidak semua saudara kita di 15 Kabupaten dan kota dapat terkontribusi dengan baik dalam silahturrahmi.

Maka kami berharap tim Malahayati yang kita bentuk untuk Sembilan Kecamatan dan Gampong  dalam kota Banda Aceh ini, dapat menjadi duta kami, dalam memperkuat tali silahturrahmi, sehingga keberadaan Ngoh Muhklis benar benar hadir, untuk menjadi jembatan persaudaraan yang terus terbangun dengan baik, Demikian ucap Muchlis Zulkifli, ST, MH, caleg no 5 DPR-Ri dari Partai PAN Dapil Aceh satu itu, dalam sambutannya saat pelantikan  tim pemenangan di Cafe Nyo Hoka, Ule Lhee, Kamis (12/10/23).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dikenal Low Profil dan kerap disapa ngoh itu, meminta agar tim Rumoh Malayahati dapat menyampaikan pesan sesuai visi misi kita, sebagai wakil terciptanya distribusi sosial untuk seluruh lapisan masyarakat Aceh kedepan.

Lebih jauh, Anggota Komisi Empat DPR Aceh mengatakan, Kami meminta kepada seluruh ibu ibu yang hari ini bergabung dalam tim Malahayati, dapat hadir untuk membantu persoalan rakyat dengan mencari solusi bersama, pada kesempatan ini kami juga meminta agar kita hindari Politik uang, bukan hanya kita namun dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, kalau politik uang merugikan diri kita sendiri,Tegas Ngoh.

" Kami meminta sopan dan santun dan etika menjadi garda kita dalam berkomukasi dengan rakyat, ingat kita meminta restu dan doa untuk perjalanan kita menjadi wakil rakyat Aceh di Jakarta, jaga hati rakyat, jangan lukai mereka berkomunikasilah sesuai adat dan budaya kita dimana orang tua dan ulama menjadi pilar kehormatan tertinggi bagi kita ", Harap Muchlis yang dikenal merakyat itu diakhir sambutannya.

Selain Ngoh Muchlis, ketua DPP Malahayati Rini Rahayu dan ketua DPW Kota Banda Aceh Rahmi Marlina serta Media Center Ngoh Muchlis Chairan Manggeng turut menyampaikan sambutanya di hadapan seratusan peserta yang hadir.(*)

Label:

Kamis, 12 Oktober 2023

BSI Dukung Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Lewat Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur


Dailymailindonesia.net, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan untuk anak muda melalui Awarding Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur.

Pada Awarding Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur ini telah membuka jalan bagi 27 orang wirausaha muda yang siap bersaing di pasar lokal maupun internasional lewat program Talenta Wirausaha BSI dan Aceh Muslimpreneur 2023. Sebanyak 27 orang ini terbagi dari 12 pemenang Program Talenta Wirausaha BSI dan 15 orang pemenang Aceh Muslimpreneur. 

Pada 2023 ini, ada kategori baru di Talenta Wirausaha BSI yaitu kategori santri. Ini menambah jumlah kategori yang sudah ada sebelumnya yaitu kategori pemula, rintisan, dan berdaya. Adapun Aceh Muslimpreneur merupakan penghargaan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berada di Aceh dengan kategori; starter, scale up, dan sustainable.

Nantinya para pemenang akan mendapat pendampingan, pelatihan untuk peningkatan kualitas, strategi produksi hingga pemasaran dan mendapat kesempatan untuk mengakses ke end user. Para pemenang diliat dari jumlah omset yang dihasilkan per tahunnya maupun kapasitas bisnisnya. 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi Islamic Ecosystem yang kuat. Ekosistem ini menyimpan potensi kewirausahaan yang sangat besar. Sebagai contoh, jumlah pesantren di Indonesia pada tahun 2021 hampir mencapai 12 ribu. Dari jumlah tersebut, 90,48% sudah memiliki usaha, sedangkan sisanya masih belum memiliki usaha. Potensi ini harus dioptimalkan untuk memperkuat keuangan syariah di Indonesia dan pada akhirnya juga dapat mendukung pertumbuhan perekonomian negara.

 “BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, senantiasa mendukung pertumbuhan UMKM di tanah air. Hal ini sejalan dengan amanah Presiden RI yaitu BSI harus mampu memfasilitasi UMKM agar cepat naik kelas. Amanah inilah yang menjadi spirit BSI untuk terus menjalankan program kewirausahaan salah satunya melalui Program Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur,” tutur Hery.

Hery menegaskan bahwa BSI senantiasa amanah dan konsisten dalam menyebarkan semangat kewirausahaan. Penyelenggaraan TWB dan AMP ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis UMKM di Indonesia serta menciptakan wirausaha untuk siap bersaing baik di kancah nasional maupun global. Program Talenta Wirausaha BSI merupakan program inkubator bagi para wirausaha muda dan muslimpreneur untuk membangun dan meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu tumbuh dan baik, bankable dan diharapkan mampu membuka lapangan pekerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan Aceh Muslimpreneur merupakan program serupa, yang khusus diselenggarakan di provinsi Aceh.

“Kami berharap, adanya program Talenta Wirausaha BSI & BSI Aceh Muslimpreneur ini dapat memotivasi generasi muda untuk bisa terus scale-up usahanya. BSI siap membantu baik dari sisi pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran produk lewat UMKM-UMKM Center yang kami miliki. Kami berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan agar ekonomi syariah bisa menjadi referensi utama dalam perekonomian Indonesia ke depannya,” ucapnya.

Hery menambahkan pemilihan santri sebagai sub kategori Talenta Wirausaha BSI 2023 karena besarnya  potensi pesantren di Indonesia. Berdasarkan dari data Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah pesantren di seluruh Indonesia mencapai 26 ribu pesantren dengan jumlah santri mencapai 4 juta orang.

“Santri memiliki hubungan erat dalam Islamic Ecosystem yang berkontribusi dalam menumbuh kembangkan pemberdayaan ekonomi di pesantren. BSI berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan ekonomi syariah sebagai instrumen ekonomi yang berperan besar mendorong ekonomi keumatan, salah satunya sektor UMKM yang berada di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Adapun para pemenang Talenta Wirausaha BSI untuk kagetori Pemula adalah juara pertama M Irfan (Arutala Agro), juara kedua  Lolita Yoanda (Dilola Snack), dan juara ketiga M Zenrisqi Rahmat Hidayah (Beresin Sampah). Kategori Santri juara pertama Mohammad Zainul (Mitra Tani Modern), juara kedua M. Irsyad (Artikost), dan juara ketiga Irianto (Kebab Beruang Kalven). Kategori Rintisan juara pertama Risna Nurlia (Nurlia Baby Food), juara kedua Syifa Khusnul Khotimah (Elinor DNA Jewerly), dan juara ketiga M Taufik (Chichips Snack). Kategori Berdaya juara pertama Wakhyu Budi (Rumah Mocaf Indonesia), juara kedua Muhammad Hafid (Halo Biki), dan juara ketiga Muldani Dwi (Gulalibooks).

Sementara untuk Aceh Muslimpreneur untuk kategori Starter juara pertama Khalida Umaya (Loje Brasre), juara kedua Rachmat Sofyan (Gamuda Agro), juara ketiga Indah Permata Sari (Gurita Asin), dan harapan 1 Mahleni (LenC Craft). Kategori Scale Up juara pertama M. Fadhal (Bidheh Koepi), juara kedua Nawwal Rizki (Garlic Time by Enerbay), juara ketiga Deddy Iskandar (Sabun Herbal Jariyah), dan harapan 1 Dena Murdayanti (Tasty Fresh). Kategori Sustainable juara pertama Akieno Satria (Ninano Label), juara kedua Muhammad Rizal (Minyak OBOT), juara ketiga Zahraini (Zahra Gallery), harapan 1 Sayid Mahbengi (Toss Coffee), harapan 2 Syarifah Chairunnisak (Beydara), dan harapan 3 Hana Abelia Putri (Gula Joek Aceh). Di Aceh Muslimpreneur sendiri ada kategori Juara Favorit yang didapat oleh Zulhakki (Sabrina UPPO).

Gelaran Talenta Wirausaha BSI 2023 meraih animo yang tinggi dari masyarakat dengan mencatat jumlah peserta sebanyak 8.389 orang. Program ini menyasar sejumlah kota besar di Indonesia, di antaranya Medan, Palembang, Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Jakarta. Adapun Aceh Muslimpreneur diikuti oleh sebanyak 2.234 peserta. 

Talenta Wirausaha dan Aceh Muslimpreneur menjadi bukti nyata keseriusan BSI dalam mencetak lebih banyak wirausaha muda dan mendorong UMKM naik kelas.  Selain itu BSI juga memberikan pendampingan bagi UMKM binaan, salah satunya melalui BSI UMKM Centre di Aceh, Yogyakarta dan Surabaya. 

Di UMKM Center, BSI memfasilitasi pelaku usaha dari mulai hulu hingga hilir, sinergi bersama e-commerce, pembiayaan KUR, dan modal kerja yakni mikro dan usaha kecil dan menengah (SME/small & medium-sized entreprises).

Sebagai catatan, BSI menyaluran pembiayaan untuk UMKM mencapai lebih dari Rp 41,6 triliun pada Juni 2023. Melalui UMKM Center yang tersebar di 3 kota yaitu, Banda Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya, sudah ada lebih dari 2 ribu UMKM yang menjadi binaan dari BSI.

Label:

Tol Sibanceh Akan Dilengkapi Rest Area

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Ruas jalan Tol Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) sepanjang 74,2 kilometer atau sekitar 46, 1 mil  dilengkapi Rest Area tipe A dan akan melibatkan UMKM masyarakat setempat.

"Kita sedang menjajaki rest area di jalan Tol Sibanceh, namun kita tuntaskan terlebih dahulu main projecknya yaitu jalan sepanjang  kurang lebih 75 kilo meter," ujar Totok Masyadi, Branch Manager PT. Hutama Karya Aceh, saat kegiatan Media Gathering bersama para Pemred media di Banda Aceh, Senin 9 Oktober 2023.

Totok menyebutkan, untuk rest area atau tempat istirahat para pelintas tipe A akan dibangun Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).

Untuk SPBU akan diserahkan pertama kepada PT. Pertamina sekaligus pengelolaan rest  area, jika Pertamina tidak mampu akan diserahkan kepada vendor lokal, kata Totok.

Kaitan untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar jalan Tol, Hutama Karya akan mengoptimalkan usaha warga sekitar jika mungkin akan dilakukan pelatihan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) terlebih dahulu, sebut Intan Zania, VP CorComm, PT. Hutama Karya dalam diskusi bersama awak Media.

PT. Hutama Karya sebagai operator jalan Tol Sibanceh belum merincikan persyaratan pengelolaan Rest Area, ternasuk jarak tempuh antara satu lokasi rest area dengan rest area lainnya.

Namun, jika mengacu pada peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10/PRT/M/2018 bahwa jarak atau interval Rest Area Tipe A dengan Rest Area tipe A lainnya sepanjang 20 kilometer, dan jarak rest area atau tempat istirahat tipe A ke Tipe B butuh jarak 10 kilometer, sumber informasi dari bpjt.pu.go.id.

Kehadiran Rest Area di Jalan Tol juga terbagi menjadi 3 Tipe A, B, dan C sesuai dengan fasilitas yang tersedia didalamnya seperti Kondisi jalan akses menuju rest area, On/Off Ramp, Toilet Gratis dan Bersih, Parkir Kendaraan (teratur, bersih, gratis, dan tidak parkir di on/off ramp), Penerangan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar (BBM), Bengkel Umum, Tempat Makan dan Minum serta fasilitas keagamaan.

Selain itu kehadiran Rest Area juga diharapkan dapat menjadi tempat edukasi dengan memberikan informasi tentang banyak hal, seperti objek wisata dan juga disajikan bermacam etalase produk lokal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengembangan usaha itu sendiri.

Label:

Triwulan Ketiga, Ombudsman Aceh Fokus Penilaian Kepatuhan


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Ombudsman RI Perwakilan Aceh kembali merilis kegiatan triwulan, pada tiga bulanan ini, pihak Ombudsman sedang fokus kegiatan penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik di pemerintahan daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dian Rubianty Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh melalui Ilyas Isti Kepala Bidang Pencegahan pada Kamis (12/10) di Banda Aceh.

Berdasarkan informasi, bahwa pihaknya telah melakukan penilaian di dua puluh tiga kabupaten/kota di Aceh. Sementara untuk Provinsi Aceh, saat ini sedang dalam proses penilaian oleh tim di lapangan.

Selain melakukan penilaian terhadap standar pelayanan, pihak Ombudsman juga melakukan wawancara dengan pemberi layanan dan masyarakat penerima layanan.

"Saat ini kita sedang fokus penilaian ke Pemda, sekarang sedang proses input data," ujar Dian.

Dian menambahkan untuk hasil, kemungkinan akan keluar pada pertengahan bulan November nanti.

Selain berfokus pada penilaian, tentunya pihak Ombudsman juga tetap melayani masyarakat yang membuat laporan, baik yang datang langsung maupun penyampaian laporan melalui berbagai kanal pengaduan lainnya.

"Masyarakat tetap kita layani seperti biasa, baik yang lapor ataupun  konsultasi," lanjut Dian.

Berdasarkan data, ada sekitar 50 laporan yang masuk ke Ombudsman Aceh pada triwulan ini. 20 merupakan laporan masyarakat, yang lainnya merupakan konsultasi non laporan, dan tembusan yang disampaikan ke Ombudsman.

"Jadi dari 20 laporan tersebut, 6 laporan sedang dalam proses, dan ada yang di tutup karena tidak memenuhi syarat formil dan materil," sambungnya lagi.

Laporan rata-rata yaitu terkait dugaan penundaan berlarut yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan.

"Dengan segala keterbatasan, kita tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab, baik pelayanan kepada masyarakat maupun kegiatan lainnya," pungkas Dian Rubianty.

Label:

DPD Foreder Aceh : Erick Thohir Calon Wakil yang Tepat Dampingin Ganjar di 2024


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Saat ini Ganjar Memerlukan calon wakil yang dapat mendampinginya dalam segala hal, tentunya selain cerdas dan memiliki pengalaman, sang wakil juga harus gesit dan cekatan dalam menyeimbangi gerakan Ganjar yang dinilai cepat dalam memberikan kebijakan - Kebijakan Politik untuk setiap persoalan rakyat. 

Kami menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sangat layak menjadi bakal calon wakil presiden (Cawapres) untuk mendampingi Ganjar Pranowo ke depan, Demikian ucap ketua DPD Foereder Ganjar Aceh, Chairan Manggeng, Kamis (12/10/23) .

“Pak Erick Thohir merupakan calon yang sangat tepat kita sandingkan dengan pak Ganjar, apalagi kita ketahui sejak beliau memimpin Kementrian BUMN banyak meraik kesuksesan, apalagi Pak Erick memiliki rekam jejak yang baik, kami DPD Foreder Aceh berharap duet Pak Ganjar dan Pak Erick dapat terealisasi demi Indonesia yang lebih baik.

Lebih lanjut, Chairan Manggeng menambahkan, Dari hasil survei terbaru dari Poltracking Indonesia periode September 2023, Mentri BUMN Thohir dinilai menjadi figur calon wakil presiden dengan elektabilitas sangat tinggi.

Kami meyakini hasil survei ini menunjukkan secara rill kalau Pak Erick merupakan calon Wapres yang diingini oleh Rakyat Indonesia, Harap Chairan Manggeng.(*)

Label:

Selasa, 10 Oktober 2023

JARA Minta Pj Bupati Aceh Utara Serius Tangani Banjir Yang Setiap Tahun Terjadi

Dailymailindonesia.net, BANDA ACEH - Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh Mendesak Pj Bupati Aceh Utara Dr Mahyuzar untuk serius menangani bencana banjir agar tidak menjadi bencana tahunan yang selalu di rasakan oleh Masyarakat Aceh Utara, Banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Krueng Pase, Krueng Pirak, Krueng Keureuto dan Sungai Krueng Peto.

Oleh Karena Itu Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh Melalui Juru Bicara Rizki Maulizar Mengatakan Pembangunan harus menjadi prioritas Khusus jagan Pemerintah Aceh Utara Tutup Mata dalam tangani Banjir di Aceh Utara yang setiap tahun terjadi, Setiap Musim Hujan Fasum dan Rumah Warga Terendam Banjir Tegasnya Rizki Maulizar Kepada Wartawan.

“ia mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu pada saat banjir, baru pemerintah sibuk mencari muka memberikan bantuan logistik berupa Indomie dan telur, yang masyarakat butuhkan sekarang ialah pembangunan jangka panjang, agar masyarakat betul-betul merasakan manfaat dan terhindar dari banjir selamanya,” Katanya.

Rizki Juga Mendesak Pemerintah Aceh agar segera mencari solusi terkait persoalan banjir di Aceh Utara, jangan sampai setiap banjir di Kabupaten Aceh Utara selalu mengalami korban jiwa dan merugikan ekonomi masyarakat di setiap tahun.

Ia juga meminta kepada Pj Bupati Aceh Utara Mahyuzar untuk meninjau kembali muara sungai Krueng Pase yang sering meluap dan terjadi banjir setiap penghujung tahun, apakah dangkal atau perlu direhabilitasi agar masyarakat benar-benar bebas dari banjir.

Di sisi lain juga aparat penegak hukum, agar konsisten dalam memberikan tindakan tegas kepada ilegal loging. agar untuk menyelamatkan hutan dan menjaga ekosistem lingkungan Hidup.{**}

Label:

Sahhhh, Khairullah Terpilih Sebagai Geuchik Lheu Blang

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Pemilihan geuchik di Gampong Lheu Blang Kecamatan Darul Imarah berlangsung secara aman dan damai, kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (10/10).

Kegiatan tersebut dimulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 14.00 wib untuk pemungutan suara dan jam 16.30 baru selesai proses penghitungan suara di Meunasah gampong setempat.

Berdasarkan pantauan, masyarakat sangat antusias memberikan hak suara. Hampir seratus persen masyarakat hadir ke lokasi.

Saiful, salah satu warga gampong Lheu Blang mengatakan bahwa kali ini merupakan pemecah rekor masyarakat yang datang memberikan hak suara.

"Dari 558 hak pilih, 553 yang datang. Sisanya berhalangan, artinya 99 persen masyarakat hadir," ungkap Saiful.

Pada pemilihan geuchik tersebut, jumlah suara terbanyak di raih oleh Khairullah yang merupakan kandidat dengan nomor urut dua.

Khairullah merupakan salah satu kandidat termuda dari empat calon, dia juga pernah mengemban amanah sebag sekretaris desa (Sekdes) di desa tersebut.

Selain itu, pemuda yang akrab disapa Akhi ini juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan di desa yang letaknya di belakang Wali Nanggroe itu.

Khairul memperoleh 236 suara, sedangkan Abdul Rani yang menjadi saingan kuat memperoleh 177 suara. Khairul juga mengalahkan kandidat incumben yaitu Keuchik Asary dengan jumlah 80 suara, dan Karimudin memperoleh 56 suara, selanjutnya 4 suara dinyatakan rusak.

Khairullah menyatakan bahwa kemenangannya tersebut tidak terlepas dari doa seluruh masyarakat, dan dia siap mengabdi untuk memajukan desa kelahirannya.

"Ini merupakan doa dari masyarakat, saya terpilih sebagai Keuchik Insyaallah akan melaksanakan amanah dengan baik," ungkap Khairul.

"Saya sekarang adalah milik masyarakat Gampong Lheu Blang, bukan milik kelompok. Jadi, apa yang saya lakukan ke depan yaitu demi kepentingan publik," pungkas Khairullah, pria yang juga akrab disapa Akhi.

Label:

Sabtu, 07 Oktober 2023

IKAFT-USK GELAR KOPI SIANG BERSAMA ALUMNI


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Teknik (IKAFT) - USK mengadakan acara Kopi Siang Bersama Alumni yang bekerja di UNDP dan IRC (International NGO). 

Kegiatan yang dibuka oleh Ir. Teuku Marzuki, atau lebih familiar dengan bang Kiki Oemar, adalah Ketua Umum IKAFT-USK 2023-2028 yang kembali terpilih pada Mubes IKAFT-USK 16-17 September lalu berlangsung cukup antusias. Informasi dan Motivasi yang disampaikan para nara sumber sangat memicu keinginan para peserta untuk tahu lebih banyak lagi.

Nara sumber pertama yaitu Faisal "icanx" Ridwan yang bekerja sebagai Debris Technical Lead, United Nations Development Programme (UNDP) di Ukraine.

Sedangkan pemateri kedua adalah Syafrin "Een" Djalil yang saat ini menjabat sebagai Global Emergency Supply Chain Coordinator - EHAU (Emergency Humanitarian Action Unit) pada International Rescue Committee (IRC).

Kopi Siang Bersama yang berlangsung di Pendopo MZ Coffee, Lamprit berjalan serius dan santai. Peserta Kopi Siang Bersama yang terdiri dari alumni-alumni Teknik Sipil, Elektro, Arsitek, Pertambangan, Geofisika, Mesin, Industri, Diploma 3, Mahasiswa S1 dan S2 dari Magister Kebencanaan dan juga Magister Teknik Sipil.

Kopi Siang yang dikemas dalam diskusi terkait Tips dan Trik Menembus Kerja di UNDP atau "International NGO" Lainnya, kedua pemateri menyampaikan bahwa tips utama (modal utama) keterlibatan dalam kegiatan international  humanitarian adalah penguasaan bahasa asing yang sesuai. Biasanya dibutuhkan bahasa Inggris, tapi saat ini juga banyak dibutuhkan di negara-negara berbahasa Asia dan Afrika adalah bahasa Arab, seperti di Libya, Nigeria, Maroko, dll.

Bila kemampuan bahasa sudah terpenuhi, maka hal-hal lain yang harus dicantumkan dalam curriculum vitae akan lebih mudah untuk dijabarkan. Semua pengalaman dan kemampuan harap dituliskan dalam resume.

Selain daripada bahasa, maka ada satu hal lain yang lebih penting, yaitu keimanan yang kuat. Pemahaman akan dasar-dasar keislaman yang kuat harus sudah tertanam kuat di hati, agar terhindar dari perbuatan-perbuatan di luar syariah. Hidup di negeri orang yang kultur kehidupan dan beragama nya berbeda dengan kita di Aceh, hanya dapat dibentengi dengan keimanan yang kuat.

Pada sesi tanya jawab, Bang Een, membagikan beberapa souvenir emas kepingan bagi para peserta yang berpartisipasi aktif. Dan pada sesi penutupan, bang Icanx dan bang Een kesiapan mereka untuk membantu teman-teman alumni teknik ataupun warga Aceh lainnya untuk berkonsultasi terkait peluang dan rencana kerja di lembaga-lembaga kemanusiaan internasional.

Kopi Siang Bersama ditutup dengan sesi foto para narasumber dan peserta bersamaan dengan masuknya waktu Ashar, xengan harapan apa yang telah disampaikan dan didengarkan akan sangat bermanfaat bagi para alumni fakultas teknik merintis karir di dunia kemanusiaan internasional (sbm).

Label:

Senin, 02 Oktober 2023

Ketum DPP IWO-I H.NR ICANG RAHARDIAN SH Memberikan Nilai Positif Serta Mendukung Penuh Kegiatan Pelatihan Jurnalis yang Akan Dilaksanakan Pada November 2023 Oleh IWO-I Aceh

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Pelatihan jurnalis atau pra UKW yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 25-26 November 2023 yang akan dilaksanakan di Banda Aceh.

Ketum DPP IWO Indonesia H NR ICANG RAHARDIAN SH mengatakan melalui via whatsApp Senin 2 Oktober 2023, kami DPP IWO Indonesia mendukung penuh terhadap kegiatan pelatihan jurnalis yang akan dilaksanakan oleh DPW Aceh pada bulan November nanti.

Saya sangat menilai positif yang dilakukan oleh ketua DPW Aceh DIMAS KHS AMF untuk melakukan kegiatan pelatihan jurnalis yang mana pelatihan jurnalis tersebut untuk meningkatkan SDM(sumber daya manusia) jurnalis di ikatan wartawan online Indonesia, lanjutnya.

Ketum DPP juga mengatakan dengan adanya pelatihan jurnalis yang dilaksanakan secara gratis oleh DPW Aceh ini untuk menjadikan jurnalis jurnalis yang profesional dan terpercaya di mata publik.

Pelatihan jurnalis untuk pertama kali yang dilaksanakan oleh ikatan wartawan online Indonesia provinsi Aceh dan nantinya akan di ikuti oleh DPW yang lainnya yang ada di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, saya berharap agar pelatihan jurnalis yang dilaksanakan oleh DPW Aceh bisa berjalan lancar dan sesuai rencana, agar bisa menjadi contoh untuk DPW maupun DPD yang ada di provinsi Indonesia, harap ketum DPP IWO Indonesia H. NR ICANG RAHARDIAN SH.

Sementara ketua IWO-I Aceh DIMAS KHS AMF mengatakan saya sangat berterima kasih kepada ketum DPP IWO Indonesia yang mendukung penuh kegiatan pelatihan jurnalis yang akan kita laksanakan di bulan November nanti.

Label:

Minggu, 01 Oktober 2023

Mengenal MT, Tokoh Pendidikan Aceh Timur Milih Partai Gabthat Ditahun 2024

Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Tokoh Pendidikan Aceh Timur Muhammad Taib Husin, S.Pd, M.Pd, Dipinang Peureute Gabthat (Peureute Generasi Atjeh Beusaboh Tha’at Dan Taqwa), Guru Besar Al-Mukarram Tgk , H. Ahmad Tajuddin, berikan Rekomendasi kepada Muhammad Taib Husin, S.Pd, M.Pd, maju Calon Legislatif DPR Aceh Pada Pemilu Tahun 2024.

Sosok Tokoh Pendidikan Aceh Timur ini Muhammad Taib Husin, S.Pd, M.Pd, menyatakan ini suatu muqzizat dari Allah Swt untuk saya tidak diam mengurus dan membimbing anak bangsa. pada media ini tanggal 29/09/2023.

"Cerita Dia, baru empat tahun yang lalu MT menerima Surat Keputusan SK pensiun dari Aparatur Sipil Negara ASN, kalau dipandang sisi umur beliau dan Masyarakat masih membutuhkan sosok MT pantas didukung terjun ke dunia politik."

Kemudian Muhammad Taib Husin, S.Pd., M.Pd, mengatakan terutama penting sekali membangun Pendidikan di Aceh bermutu, ini merupakan konsep Partai Lokal di Aceh. Khusnya Partai Geuneurasi Atjeh Beusaboh Tha'at Dan Taqwa (Peureute Gabthat), mempunyai konsep besar untuk kepentingan masyarakat Aceh. katanya

Muhammad Taib Husin, S.Pd., M.Pd, lebih dikenal dalam Masyarakat panggilannya MT, dia memilih maju Calon Legeslatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Dapil 6 Aceh pada Pileg 2024 mendatang melalui Partai Gabthat, berikutnya tertariknya dengan Partai ini memiliki konsep bagus atau rumus Siyasah Syari'ah ke Acehan. Apalagi Partai Gabthat yang dipimpin oleh seorang ulama karismatik Aceh, Guru Besar kita Al-Mukarram Tgk, H. Ahmad Tajuddin panggilan Abi Lampisang. Ucapnya 

Kehadiran salah satu Toko Pendidikan Kabupaten Aceh Timur yang panggilan hari hari Pak MT, rasa terpanggil masuk dalam kancah politik praktis. lebih tepatnya kita perjuangkan Peureute Gabthat yang berlambang Kalimah Tauhid Laila Haillallah Muhammaddarrasullallah menang dan berdiri tegak dalam Kabupaten Aceh Timur khususnya di Bumi Seuramoe Mekkah, ingat ini menyangkut Marwah dan akhidah Umat Islam di Aceh. Terangnya 

Lebih lanjut Muhammad Taib (MT) sekarang tidak lagi aktif dalam dunia Pendidikan, tetapi dia masih mempunyai harapan besar dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat Aceh Timur. Apalagi sosok MT pernah berbhakti di tahun 2018 pada dunia pendidikan,  tidak serta merta pendidikan ditinggalkan begitu saja tetap harus kita perjuangkan bagaimana pendidikan anak bangsa lebih utama. Bebernya 

"Bisa dilihat Rekam Jejak Pak MT, waktu menjabat Kepala Sekolah Tingkat Menengah Kejuruan (SMKK), ada beberapa sekolah di wilayah Aceh Timur telah di jabatnya, jika dipandang sisi Pembangunan Infrastruktur banyak yang beliau cetus dan lobby pada tingkat kementerian, Alhamdulillah terbangun dengan tataruang yang trategis".

Lebih lanjut Pak MT, mendidik bagaimana Swadaya Masyarakat (SDM) anak-anak dan Siswa-siswi atau generasi penerus sebagai anak bangsa, harus memiliki ilmu moralitas dan pengetahuan teknologi dalam membangun Aceh diakan datang. Tegasnya 

Apalagi MT, telah dapat pembekalan ilmu politik, melalui acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemenangan Calon Legislatif DPR Aceh Pada Pemilu Tahun 2024 selam dua hari pada tanggal 16 s/d 17 September 2023. Guru Besar kita Abi Lampisang pada acara tersebut telah mendotrin para Caleg-caleg DPRA Se-Aceh, kesepahaman idiologi Partai Gabthat sesuai amanat Visi dan Misi". Pungkasnya [Red]

Label:

Jumat, 29 September 2023

Terima Sertifikat Dewan Pers, FA NEWS Resmi Terverifikasi Administrasi dan Faktual


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh  -  Usai sudah tahapan pendataan atau verifikasi media pers Surat Kabar Mingguan (SKM) FA NEWS (fanews.id), di Dewan Pers.

Sebagaimana diketahui Surat Kabar Mingguan (SKM) FA NEWS (fanews.id),digawangi PT. Foredi Akzara Media dibawah nahkoda Zulfikar, putra asli Aceh Besar.

Pendataan perusahaan pers sebagaimana diamanatkan dalam peraturan Dewan Pers nomor 1/peraturan DP/I/2023 tentang pendataan perusahaan pers.

Merujuk pada peraturan Dewan Pers nomor 1/peraturan DP/I/2023 tentang pendataan perusahaan pers, disebutkan bahwa tujuan pendataan perusahaan pers untuk mewujudkan perusahan pers yang kredibel, profesional, sehat, mandiri, dan independen.

Selain itu, tujuan lainnya adalah mewujudkan perlindungan pada perusahaan pers dan menginventarisasi perusahaan pers secara kuantitatf dan kualitatif.

Jum'at, (29/09/2023), setidaknya menjadi hari paling penting bagi Zulfikar dan jajaran direksi serta redaksi SKM FA NEWS (fanews.id).

Ba'da pelaksanaan Shalat Jum'at, ia mendapat kabar bahwa perusahaan pers yang dipimpinnya itu sudah tertera di laman resmi Dewan Pers (dewanpers.or.id) dengan status Terverifikasi Administrasi dan Faktual.

Dengan hasil tersebut, perusahaan pers ini memperoleh sertifikat dari Dewan Pers yang berlaku selama lima tahun kedelapan.

Sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, Jum'at, (29/09/2023), di Jakarta.

Tentu, rertifikat ini diperoleh setelah media ini dinyatakan selesai melakukan berbagai tahapan verfikasi baik administrasi maupun faktual oleh Dewan Pers.

Direktur PT. Foredi Akzara Media, Zulfikar mengatakan, pihaknya mengapresiasi pihak Dewan Pers yang telah melakukan verifikasi media SKM FA NEWS (fanews.id).

"Tentunya hasil ini tidak terlepas dari kerja keras pihak jajaran perusahaan dan redaksional yang terus mensupport hingga terverikasinya media ini di Dewan Pers," ujar Zulfikar.

Ia menyebutkan, sebelumnya pada 17 November 2022, SKM FA NEWS sudah terverifikasi administrasi Dewan Pers.

"Nah, pada 9 Juni 2023, Dewan Pers melakukan verifikasi Faktual secara virtual, dengan menghadirkan Bapak Tarmilin Usman (Pemred/Penjab) FA NEWS dan Bang Muhajir Juli sebagai saksi dari PWI Aceh. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar," katanya.

Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab SKM FA NEWS (fanews.id), Tarmilin Usman, menyampaikan pihaknya terus bertekad untuk mengembangkan gagasan jurnalisme ke arah profesional. []

Label:

Kamis, 28 September 2023

Dayah Ajarkan Islam Wasathiyah Kepada Santri untuk Cegah Sikap Radikal Dalam Beragama


Dailymailindonesia.net, Banda Aceh - Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh bekerjasama dengan Tastafi Kota Banda Aceh dan HIPSI Aceh kembali menggelar kajian aktual yang kali ini mengangkat tema “Praktik Islam Wasathiyah di Dayah : Membendung Sikap Radikal dalam Beragama". 

Kajian yang dibarengi dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan launching Buku "Praktik Islam Wasathiyah di Institusi Pendidikan Dayah di Aceh" karya Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP ISAD Aceh, Dr Teuku Zulkhairi, MA ini berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (27/9/2023).

Kajian tersebut dihadiri ratusan peserta dari kalangan santri, mahasiswa, utusan Kanwil Kementerian Agama Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, KNPI Aceh, ISKADA, BKPRMI Aceh dan lain sebagainya.

Ketua Umum DPP ISAD Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I dalam sambutannya mengatakan, kajian ini diinisiasi oleh ISAD Aceh bekerjasama dengan Tastafi Kota Banda Aceh, HIPSI Aceh, dan didukung oleh Hotel Kyriad Muraya yang memfasilitasi tempat untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kajian aktual Tastafi yang dilakukan oleh gabungan beberapa Ormas Islam ini, kata Mustafa, dilaksankan dua kali dalam sebulan, yaitu satu kali di Hotel Hermes Palace dan satu kali Hotel Kyriad Muraya. Kajian ini mengangkat isu-isu aktual berbasis sosial-keagamaan serta upaya mencari solusi demi kemaslahatan ummat.

"Kajian Tastafi ini sudah berlangsung 98 kali. Jelang 100 kali kajian, insya Allah akan dibuat kajian akbar. Kita akan terus menghadirkan gagasan dalam upaya mencegah perpecahan umat serta membendung hadirnya paham-paham yang berseberangan dengan Ahlul Sunnah Wal Jamaah di Aceh," ujar Mustafa Woyla yang juga Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan.

*Dayah Ajarkan Islam Wasathiyah*

Pada kajian Tastafi kali ini, topik pembahasannya fokus terhadap isi buku "Praktik Islam Wasathiyah di Institusi Pendidikan Dayah di Aceh" yang ditulis Sekjen DPP ISAD Aceh yang juga Mudir Ma'had Aly Babussalam Al Hanafiah Matangkuli dan Dosen UIN Ar-Raniry, Dr Teuku Zulkhairi, MA.

Dal paparannya, Zulkhairi mengatakan buku yang ditulisnya ini terinspirasi setelah membaca kitab karangan Prof Dr Yusuf Al-Qardhawy yang berjudul “al-Khaṣāiṣ al-‘Ammah lil Islām”.  Disebutnya, dalam kitab tersebut, Yusuf Al Qardhawy menjelaskan tujuh karakteristik ajaran Islam yaitu Rabbaniyah (Ketuhanan), Insaniyah (Kemanusiaan), Syumuliyah (Universal/Konferensi), Wasathiyah (Seimbang/di tengah-tengah), Al Waqi'iyah (realistis), al-Wudhuh (jelas/terang) dan al-Jam'u baina at Tsabit wal al-Murunah (Fleksibel).

Dijelaskan bahwa Wasathiyyah merupakan salah satu karakteristik yang menunjukkan  keistimewaan dan ketinggian ajaran Islam. Dengan karakteristiknya yang Wasathiyah, Islam merupakan agama yang senantiasa seimbang (tawazun) dalam semua persoalan, selalu berada di poros tengah, sangat solutif terhadap permasalahan manusia. "Makanya di Barat disebut  “Islam is the solution”, Islam adalah satu-satunya solusi," ujar Zulkhairi.

"Setelah mempelajari teori tentang Islam Wasathiyah ini, membuat saya tertarik melakukan penelitian tentang bagaimana praktik Islam Wasathiyah dipraktekkan di institusi pendidikan Dayah yang merupakan institusi pendidikan tertua di Nusantara yang masih eksis," ungkapnya, menambahkan.

"Nah, Paradigma Wasathiyah ini dalam praktiknya diamalkan secara baik dalam pembelajaran di Dayah. Hasil penelitian yang dibukukan ini menunjukkan bahwa dayah senantiasa mendidik para santri sikap Wasathiyah (tawazun/seimbang) dalam semua urusan," sambung Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Kata Zulkhairi, dengan paradigma pendidikan Wasathiyah yang diajarkan di dayah, sehingga membuat para santri yang belajar Islam akan jauh dari pemikiran dan sikap-sikap takfiri, juga jauh tidak ekstrim kanan dan maupun tidak ekstrim kiri. Selain itu membuat para santri senantiasa berada dalam keseimbangan dalam melihat semua urusan dan persoalan. 

Dan dengan paradigma Islam Wasathiyah seperti inilah yang membuat institusi pendidikan Dayah di Aceh atau di Nusantara dikenal dengan pesantren terus eksis berabad-abad lamanya. Dalam situasi paling runyam sekalipun, di masa penjajahan, masa konflik hingga masa covid pendidikan Dayah itu terus jalan seperti tidak terpengaruh.

Dalam praktiknya, Zulkhairi mengatakan, praktik Islam Wasathiyah di Dayah terwujud dimana ayah mendidik para santri keseimbangan dunia akhirat. "Pembelajaran di dayah itu mengintegrasikan orientasi dunia dan akhirat sekaligus. Materi-materi pembelajaran di Dayah yang diajarkan dari sumber kitab-kitab itu bukan hanya mengajarkan untuk bagaimana sukses di akhirat, tapi juga bagaimana sukses di dunia," ujar Zulkhairi saat memberi sambutan di awal kegiatan Launching dan Kajian. 

Pada sisi yang lain, kata Zulkhairi, santri di dayah juga diajarkan keseimbangan mengunakan akal dan wahyu. "Santri di Dayah tidak diajarkan pengetahuan tentang Wahyu secara dogmatis. Sebab di sisi lain para santri juga diajarkan pelajaran tentang ilmu akal atau logika seperti mata pelajaran Mantiq. Jadi itu menjadikan pembelajaran di Dayah seimbang antara kajian tentang Wahyu dan tentang fungsi akal," kata Zulkhairi menerangkan.

Zulkhairi juga menjelaskan bahwa pendidikan di Dayah itu mendidik santri hablumminallah dan hablumminannas sekaligus dengan seimbang. Hubungan yang dibangun bukan hanya dengan Allah SWT saja melalui serangkaian ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Tapi juga hubungan dengan sesama manusia atau masyarakat juga dibina dengan sangat baik. Bahkan kehadiran dayah-dayah menjadi menyatu dengan masyarakat karena keberadaan dayah di Aceh itu dianggap mampu mewujudkan rasa aman bagi masyarakat sekitarnya.

Dayah juga mengisi mengisi Jasmani dan rohani santri secara seimbang. Raga mereka dibangun dengan olahfisik dan puasa. Sementara rohani mereka disiram dengan tausyiah-tausyiah yang dibutuhkan para santri sehingga memiliki kekuatan jiwa yang kokoh.

Dayah juga  mendidik santri jalan tengah ketika dihadapkan pada pilihan ekstrim kanan (wahabisme) dan ekstrim kiri (khurafat, bid'ah dan liberalisme). Dalam konteks aqidah khususnya kepercayaan kepada Allah SWT, dayah mendidik santri bahwa Allah itu ahad, antara Atheisme yang tidak percaya adanya dan Polothiesme yang mempercayai banyak Tuhan. Melalui pembelajaran tauhid, Dayah mendidik santri pemahaman yang kokoh bahwa Allah itu Esa.

*Tanggapan Terhadap Buku "Praktik Islam Wasathiyah di Institusi Pendidikan Dayah di Aceh"*

Fadhil Rahmi, Lc, M.Ag, Alumnus Universitas Al Azhar Mesir mengatakan sangat sangat sepakat dengan judul dan isi buku yang ditulis Dr. Zulkhairi tersebut, bahkan dirinya mendukung diperbanyak buku ini. 

"Dan Insya Allah dalam disertasi saya juga akan mengkaji hal yang sama, tentang moderasi agama. Moderasi agama, ada yang kebablasan ditafsir oleh para pihak menurut kepentingannya," ujar Senator  DPD RI asal Aceh itu.

Buku ini, lanjut Fadhil Rahmi, karya aktifis dayah dari ISAD Aceh menjadi model moderasi atau wasathiyah versi Aceh yang digagas oleh alumni Dayah. Menurutnya, Al-Qur’an menarasikan mengenai umat Islam sebagai umat yang wasathiyah dalam Q.S al-Baqarah [2]: 143): “Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ummatan wasathan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….”.

"Islam yg diajarkan di dayah tidak intoleran, menghargai kearifan lokal, menjunjung komitmen kebangsaan, dan tidak mengajarkan radikalisme," pungkas Fadhil Rahmi.

Dr. Tgk  H. Faisal M. Nur, Lc, MA, Pengurus Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) dan juga Dosen UIN Ar-Raniry memaparkan,  Islam wasathiyah adalah agama yang dibawa oleh baginda Rasulullah SAW. "Makanya tidak asing jika Dr Zulkhairi menemukan islam wasathiyah di dayah, karena sanad bersambung kepada sang pembawa risalah. Bahkan kehidupan di dayah mirip dengan ahlu suffah yang rela hidup miskin hijrah dari mekkah menuju madinah," ungkapnya.

Disebutnya, moderasi agama yang sesungguhnya bisa dilihat langung dalam piagam madinah. "Washatiyah (moderasi) terbagi dua yaitu (1) Moderasi dalam pandangan luas yaitu moderasi antar beragama. (2) Washatiyah (moderasi) dalam pandangan khusus yaitu moderasi antar sesama muslim sebab ada dalil yang menjelaskan tentang perpecahan, namun demikian harus mengambil yang banyak pengikut yang sawadhul a'adham yaitu

Semua umat Nabi Muhammad Saw masuk syurga walaupun kadangkala terlambat masuknya. 

"Hal terpenting adalah saling menghormati satu sama lain antar sesama muslim supaya ukhuwah islamiyah tetap terjaga dengan baik," pungkas Faisal M. Nur.

Selanjutnya Drs. H.Saifuddin A. Rasyid, M.LIS, Kepala Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama (PKMB) UIN Ar-Raniry membeberkan kalau Penulis Buku, Dr Zulkhairi mendapat salam langsung via dirinya melalui WhatsAap dari sang pencetus Moderasi Beragama di Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin yang merupakan mantan Menteri Agama RI 2014-2019.

Dalam tanggapannya, Saifuddin A. Rasyid mengatakan kalau pengertian Moderasi Agama adalah konsep yang menekankan pada sikap saling menghormati dan toleransi di antara kelompok agama berbeda. Intinya kata dia, Moderasi Agama adalah beragama-lah dengan baik dan benar menurut agama masing-masing.

"Moderasi agama bukan seolah agama dan islam yang dimoderasi, tapi tetap atas pengertian moderasi yang telah disepakati. Secara fakta, bahwa di dayah mengajar moderasi agama, dan bisa dilihat langsung dari buku ini," ujar Dosen UIN Ar-Raniry ini seraya merekomendasi buku wasathiyah ini dibaca oleh mahasiswa dan semua kalangan.

Saifuddin A. Rasyid kemudian mentamsilkan kegiatan Maulid yang menimbulkan perdebatan. "Toleransi masalah maulid misalnya, kalau dikategori dalam ibadah maka akan jadi masalah, tapi jika itu dikategorikan budaya dan muamalah maka jadi wilayah moderasi agama internal agama. Karena kekacauan itu ada tudingan-tudingan, kalau tidak ditanggapi juga jadi masalah, tapi diberi reaksi secara proporsional agar tidak masuk wilayah radikal juga," katanya.

"Perlu dijelaskan juga bahwa di dayah dan perguruan tinggi sebenarnya tidak ada  dikotomi (pemisah) pendidikan umum dan agama, yang ada fardhu ain dan kifayah. Jadi ilmu umum fardhu juga, tapi bersifat kifayah," pungkasnya.

Label: