Jadi Bank Syariah Pertama di Indonesia, Bank Aceh Kerjasama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Dailymailindonesia.net, BANDA ACEH - Wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam rangka mendorong angka kepemilikan rumah bagi para pekerja di Indonesia, Bank Aceh dan BPJS Ketenagakerjaan menandatangani kerja sama penyediaan layanan dan jasa perbankan.

Penandatanganan itu sekaligus menjadikan Bank Aceh sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang memberikan layanan dalam rangka pemberian manfaat layanan tambahan berupa fasilitas pembiayaan perumahan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo bersama Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tanda dimulainya sinergi antara kedua belah pihak, Kamis (24/3/2022), di Jakarta.

Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan wujud komitmen Bank Aceh dalam mendukung ekosistem perbankan syariah.

“Alhamdulillah, atas kepercayaan BPJS Ketenagkerjaan, Bank Aceh resmi menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang dapat menyalurkan pembiayaan perumahan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Haizir menyatakan kesiapannya mendukung program penyediaan perumahan bagi pekerja yang terdaftar kepesertaan pada BPJS Ketenagakaerjaan.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengatakan kerja sama itu merupakan upaya bersama menyukseskan program pemerintah dalam mendorong angka kepemilikan rumah bagi para pekerja di Indonesia melalui pemberian MLT berupa fasilitas pembiayaan perumahan dengan skema syariah.

"Rumah merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pekerja,” ungkap Anggoro.

Dijelaskan, program MLT ini telah bergulir sejak tahun 2016, namun di tahun 2021 pemerintah melakukan penyempurnaan dengan menerbitkan Permenaker Nomor 17/2021.

Dalam aturan baru itu, BP Jamsostek  diberi keleluasan memperluas jangkauan penyaluran program MLT dengan menggandeng Bank Himbara maupun Bank Daerah.

Sedangkan Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, Said Zainal Arifin mengatakan, melalui penandatanganan kerja sama itu Bank Aceh dapat menyalurkan fasilitas pembiayaan perumahan dalam bentuk KPR BP Jamsostek, Pembiayaan Renovasi Perumahan kepada peserta dan fasilitas pembiayaan perumahan pekerja/kredit konstruksi disediakan kepada perusahaan pembangunan perumahan.

“Pembiayaan KPR BP Jamsostek yang telah ditentukan analisa dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ditentukan dengan besaran KPR BP Jamsostek maksimal sebesar Rp 500 juta, dengan jangka waktu maksimal 30 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, pembiayaan renovasi perumahan yang diberikan pada peserta ditentukan dengan besaran maksimal sebesar Rp. 200 juta,- dalam jangka waktu maksimal 15 tahun.

Sedangkan fasilitas pembiayaan perumahan pekerja/kredit konstruksi disediakan kepada perusahaan pembangunan perumahan dengan besaran limit pembiayaan sesuai kebutuhan pembangunan dan jangka waktu.

Salah satu persyaratan fasilitas pembiayaan dimaksud adalah mendapatkan rekomendasi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

“Selanjutnya permohonan terhadap fasilitas pembiayaan akan dilakukan verifikasi pihak Bank Aceh sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ditambahkan Said, penandatangan kerja sama itu sekaligus menunjukkan eksistensi Bank Aceh sebagai bank syariah yang terpercaya di Indonesia.

“Melalui sejumlah kerja sama dan kolaborasi dengan beragam pihak, kami ingin meningkatkan layanan bagi nasabah.”

“Begitupun, hal tersebut tentunya memberikan dampak yang positif bagi industri perbankan syariah di tanah air,” ujarnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
DAILYMAIL INDONESIA
DAILYMAIL INDONESIA

Formulir Kontak