Selasa, 28 Agustus 2018

Pariwisata Aceh Singkil Punya Pasar Wisatawan Mancanegara

Parawisata

Daily Mail Indonesia Net Banda Aceh- Peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar lebih banyak mempromosikan pariwisata. Sebab segmen pasarnya banyak menyentuh wisatawan mancanegara.

"Pariwisata Aceh Singkil dalam kajian analisis kami adalah sebuah sektor yang bisa meningkatkan pendapatan, karena daya tariknya banyak menyentuh wisatawan manca negara, sehingga skala pemasarannya harus ditingkatkan," kata peneliti UGM Jussac Maulana Masjoer SKEL MSC di Singkil, Senin (27/8/2018).

UGM bekerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil membidik pengembangan pemasaran pariwisata Aceh Singkil untuk masuk dalam prioritas unggulan yang tertuang Rencana induk pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Aceh Singkil.

Ia menyebutkan Aceh Singkil masuk dalam lingkaran Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) tiga serangkai kepulauan yakni termasuk Kepulauan Simeulu dan Kepulauan Nias (Sumut).

Selain itu, ujarnya, skala prioritasnya di bagi lagi, seperti zonasi unggulan, zonasi wisata wisatawan manca negara dan zonasi wisatawan domestik. "Aspek fasilitas, aspek kuliner juga mempengaruhi pemasaran pariwisata, sehingga hal-hal pemasarannya harus benar-benar menggunakan akses internet yang bertautan dengan media sosial di era ini," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali mengatakan, kerja sama ini sebagai bukti bahwa Pemkab Aceh Singkil sudah melaksanakan UU Kepariwisataan Nomor 10 tahun 2009, padal 8 ayat (1).

Aceh Singkil salah satu kabupaten daerah tujuan wisata di Provinsi Aceh, yang memiliki keindahan, kekayaan alam dan kehidupan sosial yang dapat dijadikan wisata, yang mencakup wisata alam, seperti pulau-pulau, air terjun di pegunungan Kutabaharu dan Suro, Rawa Singkil, Danau Bungara dan pantai.

Tempat-tempat wisata tersebut akan menjadi prioritas konsep strategi pengembangan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Aceh Singkil dalam perencanaannya yang terintegrasi dan menyeluruh, sehingga sektor pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebab, sambungnya, potensi hutan dan lahan Aceh Singkil dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas sumber daya alamnya. Dan potensi pertanian, perkebunan, peternakan dan hutannya serta wilayah laut yang luas menyimpan kekayaan biodiversitas dan sumber gizi yang masih minim teknologi.

"Harapan kita semua agar melalui kegiatan ini, akan ada tindak lanjut sebagai promosi di tingkat pusat dan provinsi, sehingga bisa menggelontorkan dana ke Aceh Singkil sebagai kegiatan yang berkelanjutan yang bisa berdampak kepada kesejahteraan masyarakat," katanya

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda