Selasa, 28 Agustus 2018

KadinKes Aceh dr Hanif: Inovasi Nakes Teladan Harus Mampu Menongkrak Capaian Indikator Jadi Lebih Baik



Daily Mail Indonesia Net Banda Aceh- Kadinkes Aceh dr. Hanif foto bersama dengan para nakes teladan terpilih mewakili Aceh ke Istana. Kadinkes Aceh mengharapkan Inovasi dari para nakes teladan ini harus mampu mendongkrak capaian indikator kesehatan agar menjadi lebih baik.
Kadinkes Aceh dr. Hanif mengucapkan selamat kepada para nakes teladan yang terpilih untuk mewakili Aceh ke Istana. Kadinkes Aceh mengharapkan Inovasi dari para nakes teladan ini harus mampu mendongkrak capaian indikator kesehatan agar menjadi lebih baik.

Dalam arahan khusus yang ditujukan kepada para nakes teladan di ruang Task Force, Dinas kesehatan Aceh, (Selasa, 14/08/2018), sehari sebelum mereka bertolak ke Jakarta untuk memenuhi undangan mengikuti upacara HUT RI di istana negara. Kadinkes memberikan apresiasi yang tinggi kepada nakes terpilih  karena sudah bekerja dengan baik dalam melahirkan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Harapannya inovasi ini harus tetap dilaksanakan secara berkelanjutan, dan bisa diterapkan secara lebih luas dilapangan agar bisa mendongkrak capaian indikator kesehatan agar menjadi lebik baik", harap dr. Hanif.

"Inovasi yang sudah ada bisa diperluas, dimodifikasi, melibatkan lebih banyak lagi kader, guru, tokoh masyarakat, kader posbindu, kader posyandu dan juga partisipasi aktif masyarakat dalam deteksi dini penyakit. Inovasi yang sudah dilakukan ini juga sangat perlu untuk diintegrasikan dengan UKS, Posbindu, Posyandu, program dokter kecil di sekolah. Inovasi yang sudah ada juga perlu diperluas keluar wilayah kerjanya agar manfaat yang ada lebih banyak lagi bisa dirasakan oleh semua pihak", tambah Kadinkes.

Salah satu inovasi program kesehatan tersebut adalah seperti yang dilakonkan oleh dr. Marhamah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Ujong Rimba, Kabupaten Pidie. Marhamah menerapkan program Juru Pemantauan Batuk (Jumantuk) Cilik diwilayah kerja puskesmasnya dalam menemukan kasus TBC. Kader jumantuk cilik ini adalah mereka berusia 9-12 yang sudah dilatih dibekali dengan ilmu-ilmu dasar tentang penyakit TBC. Mereka bertugas untuk mendata dan mendeteksi dini gejala-gejala khas TBC yang ada di masyarakat.

Hasil deteksi dini ini akan mampu meningkatkan jumlah kasus TBC yang bisa terdeteksi oleh Puskesmas. Nantinya begitu mendapat laporan dari hasil deteksi dini kasus ini maka akan ditindaklanjuti dengan kunjungan rumah dan segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga temuan kasus TBC bisa lebih cepat terdeteksi di masyarakat.

Nakes teladan yang terpilih untuk diberangkat ke istana negara adalah mereka yang meraih juara pertama dari tiap tiap kategori, diantaranya adalah dr. Marhamah dari puskesmas ujong rimba, Kabupaten Pidie untuk kategori tenaga dokter; sementara untuk kategori tenaga dokter gigi, diraih oleh drg. Dedi Junaidi dari Puskesmas Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang; Untuk tenaga keperawatan, juara pertama diraih oleh Ruhaida, Amd Kep, yang bersal dari puskesmas Mesidah, Kabupaten Bener Meriah; dan dari tenaga bidan terpilih  Desy Riskawati, Amd. keb, Dari Puskesmas Bandar kabupaten Bener Meriah. Dari tenaga Gizi terpilih Nurainun, AM. KG dari Puskesmas Langsa Timur, Kota Langsa.

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda