Asati Aceh Gelar Uji Kompetensi Para Biro Perjalanan dan Travel

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Comments

Asati Aceh Gelar Uji Kompetensi Para Biro Perjalanan dan Travel

Jumat, 23 Maret 2018
Daily Mail Indonesia, Banda Aceh - Asosiasi Sales dan Travel Aceh (Asati Aceh) menyelenggarakan sertifikasi dan uji kompetensi para peserta biro perjalanan dan travel di Aula PMI, Rabu (22/3/18).

Fasilitasi ini yakni menguji dan sertifikasi kompetensi sektor pariwisata bidang Biro Perjalanan Wisata (BPW) yaitu untuk pariwisata halal dengan meningkatkan kualitas kompeten biro perjalanan wisata di Aceh.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama LSP Pramindo, Asdep pengembangan pariwisata dan hubungan antar lembaga, deputi bidang pengembangan dan industri serta kelembagaan pariwisataan kementerian pariwisata.

Ketua Asati Aceh, Akmal Iman S. Pd. I mengucapkan selamat datang kepada peserta dan semoga dengan hasil kompeten tentunya menjadi bagian untuk meningkatkan kualitas dan mutu pariwisata di Aceh.

"Kita berharap dapat menyukseskan program Asosiasi Sales Travel Indonesia (Asati Aceh) ini yang sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder pariwisata Aceh untuk acara ini," ujarnya.

Kemudian kata Akmal, dalam rangka menyukseskan agenda besar pariwisata Aceh yang targetnya rahmatan lil'alamin (delight of Aceh) merupakan bagian dari stakeholder dan agenda besar pariwisata Aceh dalam mengajak masyarakat Aceh melalui ajang fasilitasi sertifikasi dan uji kompetensi sektor pariwisata bidang Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang diselenggarakan pada hari ini dengan tujuan yang jelas untuk meningkatkan kompetensi dalam mewujudkan wisata halal di Aceh.

"Terima kasih kami ucapkan kepada LSP Pramindo yang telah bekerjasama dengan Asati Aceh dalam menyelenggarakan ajang asesmen dan kompetensi biro perjalanan wisata Aceh," imbuh Akmal.

Syarifah M. Dallah, SE.,  M. Si, Sekretaris Disbudpar Aceh mengatakan bahwa salah satu program pokok pariwisata tahun ini adalah dengan membangunan rumah wisata.

"Justru saya harapkan seluruh peserta sebagai pelaku wisata harus semangat. Uji kompetensi dan kualitas pelaku wisata sangat dibutuhkan. Kita berharap dalam mewujudkan yang namanya wisata halal di Aceh yaitu dengan dukungan travel-travel, hotel-hotel, rumah makan dsb. yang berkualitas dan profesional," harap Syarifah.

Wisata halal di Aceh merupakan program wisata yang sesuai dengan ketentuan, kompetensi, dan  ciri khas yang sesuai dengan kearifan lokal dan syariat islam di Aceh.

Syarifah menbahkan, pariwisata yang diharapkan agar terciptanya pertumbuhan ekonomi di Aceh yang stabil. Biro perjalanan yang juga diharapkan menjadi ujung tombak promosi wisata halal di Aceh sudah mencapai 315 buah.

"Melalui kegiatan ini kami harapkan dapat menghasilkan biro perjalanan yang kompeten dan mampu meningkatkan sumberdaya biro perjalanan dalam mewujudkan wisata halal di Aceh. Apalagi ke depan kita dihadapkan dengan kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh dari tanggal 5-15 Agustus 2018 yang nantinya menjadi tugas agen perjalanan dalam mempengaruhi dan mendatangkan wisatawan ke Aceh," ungkap Syarifah.

Ketua Lembaga Sertifikasi Proofesi (LSP) Pramindo Faisal Fuadi yang juga menjadi penguji dalam sertifikasi itu mengatakan, kementrian sedang memberikan dukungan secara masif dan gratis untuk lisensi ini. Tapi ketika orang-orang menyadari bahwa kompetensi tak semasif sebelumnya, disitulah orang-orang berbondong-bondong ingin mengikuti kompetensi yang berbayar ini.

"Untuk penyelenggaraan wisata tentunya harus ada badan. Biro perjalanan wisata ini harus memiliki satu wadah. Kemudian jika kita ingin diakui, maka kita butuh memiliki uji kompetensi dan legalitas. Dengan mengikuti kegiatan hari ini kita mendapatkan pengakuan dan kepercayaan yang dibutuhkan," jelasnya.

Adapun Ketua DPP Asosiasi Sales dan Travel Aceh (Asati Aceh) Akmal Iman S. Pd. I menambahkan, hingga saat ini sebanyak 50 agen biro perjalanan Aceh yang sudah bersertifikasi akan dipersiapkan dalam mewujudkan wisata halal di Aceh. Pihaknya optimis pramuwisata Aceh siap menjamu wisatawan dengan kompetensi dan ciri khas sesuai kearifan lokal.(rel)