Rabu, 27 September 2017

Ganja Kering Berhasil di Amankan BNN Aceh, Pelaku Berhasil diamankan dalam 24 Jam

Dailymailindonesia.net - Banda Aceh, Badan Narkotika Nasional Propinsi Aceh Gelar Konferensi Pers Rabu (27 September 2017) terkait Penangkapan Tersangka Penyelundupan 140,7KG Ganja Kering di wilayah BlangKejren.

Kabid Berantas BNNP Aceh Amanto dalam siaran persnya mengatakan, penangkapan tersangka penyelundupan Ganja tersebut berawal dari informasi yang diterima oleh petugas BNNK Gayo Lues, bahwa ada peredaran ganja di Gampong Penggalangan, Blangkejeren, Gayo Lues pada minggu lalu.

BNNK Gayo Lues yang dibackup aparat Kodim 0113 Gayo Lues berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 147 kilogram ganja kering. Petugas berhasil menangkap seorang pelaku yang juga sopir, M Amin Arma (40 tahun) Tempat lahir medan, Alamat kuta pantai selamat, kecamatan dolok batu nang­gar sumalungun sumatera utara, Sementara Pemilik ganja tersebut berhasil Melarikan diri dengan melompat dari Mobil, dengan nama panggilan Unyil (35 tahun) Asal Sumatera Utara.
Setelah penangkapan tersebut, Peugas BNNK Gayo Lues Melakukan Penyeleidikan, Sekira pukul 11.00 WIB pada Senin, 25 September 2017, petugas mendapat informasi bahwa akan ada mobil yang diduga membawa narkotika jenis ganja melintas ke arah Bandara  Blang Kejren, Petugas mendeteksi pergerakan yang dicurigakan tersebut kemudian dihentikan, namun pemilik ganja berhasil melompat dan melarikan diri, sementara Sopir berhasil di tangkap, Petugas menemukan ganja kering seberat 140,7 Kg sebanyak 127 Ball yang telah di press dan dimasukkan dalam karung, sopir ini hanya bisa pasrah saat ditangkap Petugas.

Unyil kabur masuk ke kawasan hutan di daerah itu. Petugas sempat melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil lolos, berselang 1 x 24 jam, petugas akhirnya berhasil menangkap Unyil, yang masih berada di kawasan hutan tersebut.

“Selasa malam dia ditangkap, dari sana diketahui Unyil adalah pemilik ganja tersebut. Dia masih dititipkan di Mapolres Gayo Lues,”

M Amin Amra yang ditanyai wartawan mengaku “Saya baru sekali ini melakukannya,” dengan diiming-iming bayaran Rp 10 juta untuk mengantarkan ganja tersebut sampai dengan tujuan.dan Uang itu akan akan diterima saat barang tersebut telah sampai di tujuan. Amra nekat melakukan pekerjaan ini beralasan menerima pekerjaan itu lantaran himpitan ekonomi.

Ganja tersebut rencananya akan dibawa ke kawasan Titi Kuning, Kota Medan. Hal itu diketahuinya dari permintaan Unyil yang disebut sebagai tokenya itu. Tapi dia mengaku tidak mengatahui ganja tersebut kepada siapa akan diserahkan.

Amanto juga mengatakan bahwa peredaran narkoba di Gayo Lues ini memang sudah sangat sering terjadi, kebanyakan mau diselundupkan ke sumatera utara.

“Perlu upaya pencegahan yang optimal, terutama oleh kepala lingkungan masing-masing agar masyarakat tidak terlibat dalam praktik yang dilarang negara ini,” katanya.

Saat di singgung pasal apa akan di kenakan kepada kedua pelaku, Amanto mengatakan tersangka tersebut akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.[phonna]


Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda