Jumat, 29 September 2017

Buka Pelatihan Bela Negara, Ini Harapan Sekda Aceh

Dailymailindonesia.net, Aceh Besar Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam hal ini Kesbangpol Aceh dan Kodam IM mengadakan kegiatan Pelatihan Pembentukan Kader Bela Negara Provinsi Aceh, di Lapangan Dodik Bela Negara Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Kamis (28/9).

Kegiatan tersebut turut dihadiri dari unsur Forkopimda Aceh, Kepala Kesbangpol Aceh drs. Mahdi Effendi, kepala BPSDM Aceh Syahrul badruddin SE, M.Si, para perwakilan dari SKPA. Juga dhadiri dari staf Kemenhan Marsekal Pertama Eris Widodo, Kolonel Drs. Chaerul, Kolonel Cba Rahmat Efendi, Letkol Cba Yudi Wahyu, N, SE, MSi, Mayor Inf. Hafid widodo  dari Kodam Iskandar Muda turut serta hadir Yang mewakili Pangdam Iskandar Muda Aster Kasdam IM Kolonel Inf. Mahesa Fitriadi,   Danrindam Iskandar muda Kolonel Infantri Niko Fahrizal Dandim 0101/ BS Letkol Inf. Iwan R. Kabagum Rindam IM Letkol Inf. Zulkufli dan para Dansatdik serta perwira staf Rindam IM.

Pada upacara pembukaan kegiatan tersebut Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di wakili oleh Sekda Provinsi Aceh Drs. Darmawan mengatakan, bahwa pelatihan kader bela negara ini mudah-mudahan bisa membentuk karakter diri dalam kepribadian, berbudaya serta menjunjung tinggi cinta tanah air. Semoga pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi pedoman untuk memperkuat semangat saudara-saudari agar lebih cinta kepada bangsa dan negara, sehingga dengan segenap jiwa raga siap menjalankan misi bela negara dari berbagai potensi yang mengusik kedaulatan bangsa.

“Semangat bela negara  sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara merupakan sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaannya terhadap kesatuan dan persatuan bangsa di bawah NKRI. Bela negara dapat diwujudkan melalui penguatan karakter diri dalam berkepribadian, berbudaya serta menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air. Karena itu semangat bela negara jangan diartikan sebagai gerakan wajib militer atau militerisasi, akan tetap lebih kepada upaya membangun sikap anak negeri untuk menyadari hak dan kewajibannya bagi negara. Apapun profesi yang digeluti, bela negara adalah kewajiban yang harus kita junjung demi tegaknya marwah dan kelangsungan hidup bangsa.”ujar Sekda.

Ia menambahkan Adapun makna Bela Negara sesungguhnya sangat luas. Para guru, tenaga kesehatan, dan profesi lain yang menjalankan perannya di daerah terpencil, juga bisa dikatakan sedang melakukan bela negara.

“Para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa, bisa pula dikategorikan sebagai bela negara. Termasuk mereka yang aktif menjaga kelestarian budaya, peduli pada lingkungan, aktif mencegah penyalahgunaan narkoba, gerakan melawan kejahatan, dan juga para pejabat negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab, semua itu adalah bagian dari bela negara.”terang Dermawan.

Karena itu, sekali lagi, pemahaman tentang bela negara jangan diartikan secara sempit. Pemahaman ini yang harus kita sosialisasikan agar semangat bela negara menjadi spirit bagi setiap rakyat Indonesia. Hanya saja, untuk terlibat aktif dalam bela negara itu tentu dibutuhkan jasmani yang sehat, fisik yang kuat, serta semangat perjuangan yang tinggi.

Oleh sebab itu latihan fisik dan mental selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semangat bela negara.  Latihan fisik dan mental sangat dibutuhkan, selain untuk membentuk jasmani yang sehat dan disiplin yang tinggi, juga untuk mendidik kita agar memiliki semangat pantang menyerah. Spirit itulah yang akan diajarkan kepada saudara-saudari pada hari ini. Dengan memahami spirit itu, saudara diharapkan dapat lebih memaknai semangat nasionalisme dan bela negara.

“Kita harus menyadari, bahwa kemajuan teknologi yang kian pesat, diperkuat lagi semarak globalisasi di berbagai sektor kehidupan berpotensi menghadirkan ancaman terhadap kedaulatan bangsa. Hal itu dapat kita lihat dari rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat, tingginya angka pelanggaran hukum dan kurang pekanya kita terhadap lingkungan.  Pada kondisi yang seperti ini, kesadaran kita terhadap semangat berbangsa menjadi rendah sehingga memudahkan masuknya berbagai ideologi sesat yang merusak moral anak bangsa. Situasi itu membuat paham-paham yang bertentangan dengan nasionalisme Indonesia kian berkembang, termasuk potensi bahaya laten komunis.”tegas Dermawan.

Kita katakan sebagai bahaya laten, sebab sesungguhnya paham-paham ini masih ada di masyarakat kita, hanya saja mereka tidak berani hadir secara langsung ke permukaan. Mereka sedang menunggu momen yang tepat untuk bangkit kembali. Momen yang mereka tunggu-tunggu itu adalah manakala kita tidak mau lagi peduli dengan kesadaran berbangsa dan bertanah air.

Ketika spirit bela negara menjadi lemah, itulah saatnya ideologi sesat akan berkembang di tengah-tengah masyarakat kita.  Untuk mengantisipasi hal ini, penguatan semangat bela negara perlu kita tingkatkan kembali. Besar harapan saya, kehadiran organisasi Gerakan Bela Negara di Aceh dapat mensosialisasikan semangat ini kepada seluruh masyarakat, sehingga ancaman ideologi yang bertentangan dengan semangat NKRI dapat kita singkirkan. Mudahmudahan kita dapat meningkatkan spirit bela Negara dalam konteks mempertahankan tegaknya ideologi Pancasila di bumi Ibu Pertiwi ini.

“Pelatihan kader bela Negara ini sangatlah positif bagi generasi muda dan aparat pemerintahan serta komponen masyarakat lain yang tergabung dalam pelatihan kader Bela Negara ini sebagai bekal untuk dirinya keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaanya.”ungkap Dermawan.

Sementara Danrindam Iskandar Muda Kolonel Inf. Niko fahrizal mengatakan, bahwa pembentukan Kader Bela Negara merupakan instruksi Presiden dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan penyelenggaraan pembentukan kader Bela Negara di provinsi Aceh baru kali ini diselenggarakan di Dodik Bela Negara Rindam Iskandar Muda.

“Alhamdulillah para peserta Antusias dan semangat untuk mengikutinya kegiatan ini yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami selalu Danrindam Iskandar Muda.” imbuhnya. 



Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda