Rabu, 27 September 2017

BNN Aceh Gelar Rapat dan Bimbingan Teknis Pascararehabilitasi, Ka. BNNP Aceh : Aceh Saat ini Darurat Narkoba

Bidikindonesia.com - Banda Aceh, Direktorat  Pascarehabilitasi dan Badan Narkotika Nasional(BNN) Provinsi Aceh melalui Bidang Rehabilitasi Seksi Pascarehabilitasi melakukan kegiatan Rapat Teknis Program dan Bimbingan Teknis Direktorat Pascarehabilitasi Di Provinsi Aceh yang dilaksanakan di The Pade Hotel Banda Aceh, Selasa 26 September 2017.

Kegiatan tersebut turut hadir Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H., Direktur Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. dr. Budiyono, MARS,  beserta jajaran, Kepala BNN Kab/Kota wilayah Aceh, para peserta yang ikut kegiatan tersebut berjumlah 30 Orang Peserta yang terdiri dari  Beberapa Instansi Pemerintah Provinsi Aceh,  LSM dan BNN Kab/Kota diwilayah Aceh.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H.,  dalam sambutan nya Brigjen Pol. Faisal menyampaikan “Aceh saat ini darurat narkoba, dimana prevalensi penyalahgunaan narkotika di provinsi aceh tahun 2016 2,0 persen dimana 0,5 yang teratur pakai persen (data puslitkes ui dan bnn)”.
Brigjen Pol. Faisal menambakan lagi “Saat ini badan narkotika nasional provinsi aceh melalui bidang rehabilitasi seksi pascarehabilitasi telah melakukan berbagai  layanan pascarehabilitasi kepada 501 klien mantan penyalahguna  dan atau pecandu narkotika yang telah selesai menjalani program rehabilitasi mulai dari 2015 hingga agustus 2017. Dalam rangka agar mantan penyalahguna, korban penyalahguna dan atau pecandu narkotika dapat menjaga pemulihan sehingga tidak relapse (kambuh),  dapat mandiri, dapat produktif serta dapat kembali berfungsi sosial dalam masyarakat,” Tegasnya.
BNN Aceh juga meminta dukungan dari berbagai pihak Balai Latihan kerja dan Industri Banda Aceh, Dinas Sosial Aceh, Dispora aceh, serta lembaga pelaksana rehabilitasi yang ada di provinsi aceh antara lain panti rehabilitasi rumoh harapan aceh, panti rehabilitasi rumoh geutanyoe dan panti rehabilitasi sirah aceh.
Faisal juga berharap dengan adanya hubungan kerjasama tersebut maka dapat memberikan  akses seluas-luasnya kepada mantan pecandu, korban penyalahguna narkotika untuk dapat mempertahankan pemulihan, mampu produktif dan dapat berfungsi sosial kembali di tengah masyarakat.
Pemateri lainnya kegiatan tersebut Kepala BNNP Aceh juga menjadi salah satu pematerinya, dan pemateri lainnya di paparkan oleh Direktur Pascarehabilitasi BNN RI, Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh dan Kasubdit Pascarehabilitasi BNN RI.
Dir. Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. Budiyono dalam paparannya mengatakan Untuk menjaga pemulihan korban penyalahguna atau pecandu narkotika dari ketergantungan narkotika maka harus dilakukan program rehabilitasi berkelanjutan yaitu setelah selesai menjalani program rehabilitasi harus dilanjutkan ke program pascarehabilitasi di mana dalam program pascarehabilitasi ada beberapa layanan yg dilaksanakan yaitu layanan pascarehabilitasi reguler (rawat jalan), layanan pascaregabilitasi intensif (rawat inap/rumah damping) dan layanan pascarehabilitasi rawat lanjut.
 Seiring dengan permasalahan narkotika yang terus meningkat Maka perlu  dilakukan suatu upaya untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak dan segenap elemen masyarakat, baik instansi pemerintah, swasta maupun organisasi sosial kemasyarakatan/lembaga sosial masyarakat untuk memerangi penyalahguna dan peredaran gelap narkotika melalui program dan peran  serta masing-masing yang dilandasi oleh suatu pemahaman bahwa persoalan narkotika merupakan tanggung jawab kita bersama. [mel]

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda