Selasa, 28 Februari 2017

BKKBN ACEH GELAR RAKORDA PROGRAM KEPENDUDUKAN

Dailymailindonesia.net [khairol] - Banda Aceh - BKKBN Aceh menggelar Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Aceh Tahun 2017 bertempat di hotel grand nanggroe (28/02).

Geburnur Aceh Dr Zaini Abdullah dalam sambutannya mengapresiasikan kepada BKKBN Aceh yang telah menggagas terlaksananya Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Aceh Tahun 2017.

Mudah-mudahan pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan penting demi suksesnya Program Keluarga Berencana di Aceh. Gubernur Aceh mengatakan Forum Rakorda ini adalah salah satu langkah untuk bisa mendapatkan gagasan dan ide guna dalam menjalankan program-program KB yang progressif di Aceh. 

Sebagaimana kita ketahui, dalam beberapa hal Aceh memiliki beberapa keistimewaan yang berbeda dengan daerah lain. Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Aceh senantiasa mendorong agar Pemerintah Kabupaten/kota di seluruh Aceh turut ambil bagian dalam kegiatan revitalisasi Program KB di daerah masing-masing.

Revitalisasi Program KB bukan hanya mengendalikan jumlah kelahiran penduduk tetapi juga meningkatkan kualitas penduduk. Upaya itu sebenarnya cukup memberi hasil. Terbukti selama dua tahun terakhir ini, program KB yang dijalankan BKKBN di berbagai wilayah di Aceh mulai menuai hasil. Meski demikian, langkah ini harus kita tingkatkan .

Gubernur Aceh berharap BKKBN Aceh dapat berdiri di garis depan dalam menjalankan program kependudukan di daerah ini. Pemerintah Aceh tetap mendukung program ini, sehingga kita berharap kebijakan KB dapat menyentuh hati dan mendorong kepedulian masyarakat Aceh. 

Kepala BKKBN Aceh Dr M Yani M.Kes menambahkan Khusus untuk Aceh, masalah kependudukan ini menghadirkan persoalan serius, karena dari tahun ke tahun pertumbuhan penduduk Aceh cenderung meningkat. Sebagai gambaran, pada tahun 2005, jumlah penduduk Aceh hanya 4,1 juta jiwa, tapi tahun 2010 meningkat menjadi 4,49 juta jiwa (naik sebesar 2,32 persen per tahun). 

Dan pada tahun 2015 ini jumlah itu sudah mencapai sekitar 5 juta jiwa. Ungkapnya[]

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda